Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Berisiko ke Rp 15.500, Ekonom: BI Mau Tahan Suku Bunga Sampai Agustus?

Bhima Yudhistira memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara psikologis berisiko melemah ke 15.500

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Rupiah Berisiko ke Rp 15.500, Ekonom: BI Mau Tahan Suku Bunga Sampai Agustus?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara psikologis berisiko melemah ke 15.500 dalam waktu dekat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara psikologis berisiko melemah ke 15.500 dalam waktu dekat.

Menurutnya, kondisi pelemahan mata uang Garuda yang sedang terjadi sekarang tidak lepas dari kebijakan Bank Indonesia (BI) masih tahan suku bunga, di saat Bank Sentral AS atau The Fed sudah naikkan suku bunga 75 basis poin di Juni 2022.

"Tekanan akan terus berlanjut dan tergantung dari respons kebijakan moneter. Apa BI masih mau tahan suku bunga sampai Agustus?" ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Senin (4/7/2022).

Baca juga: Terpuruk, Kemungkinan Rupiah Tembus Rp 15.000 per Dolar AS Kian Terbuka Lebar

Bhima menjelaskan, ditahannya suku bunga acuan BI membuat spread atau jarak imbal hasil US Treasury dengan Surat Berharga Negara (SBN) semakin menyempit.

"Salah satunya penyebab rupiah melemah karena BI masih menahan suku bunga," katanya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, posisi idealnya suku bunga BI sudah naik 50 basis poin sejak The Fed lakukan kenaikan secara agresif Juni lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sementara, Juli ini ada rapat dewan gubernur (RDG), kemungkinan BI masih tahan suku bunga. Apa sampai Agustus baru naik 25 bps? Sudah terlambat," pungkas Bhima.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas