Tribun Bisnis

Investor Dorong BEI Gencar Berikan Edukasi Terkait Waran Terstruktur, Termasuk Risikonya

Produk investasi Structured Warrant atau Waran Terstruktur akan diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II tahun ini. 

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Investor Dorong BEI Gencar Berikan Edukasi Terkait Waran Terstruktur, Termasuk Risikonya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Produk investasi Structured Warrant atau Waran Terstruktur akan diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II tahun ini.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produk investasi Structured Warrant atau Waran Terstruktur akan diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II tahun ini. 

Produk ini disebut mendapat sambutan positif dari kalangan investor ritel, khususnya yang ingin menambah pilihan strategi dalam berinvestasi. 

“Tentu saya menyambut positif adanya Waran Terstruktur, karena ini menambah opsi strategi yang dapat digunakan investor di tengah dinamika pasar (saham),” ujar Founder Investorsaham.id Thomas William Simardjo dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).

Baca juga: Waran Terstruktur Bisa Jadi Alternatif Investasi, Ini Keuntungannya

Menurut Thomas, Waran Terstruktur memiliki sejumlah kelebihan yang membuat investor bisa lebih fleksibel dalam menyikapi dinamika pasar. 

Sebagai contoh, ketika pasar sedang bearish atau tren melemah, investor dapat mengamankan floating loss agar tidak membesar dengan teknik hedging. 

“Sementara ketika market bullish (menguat), saya bisa membeli call warrant, sehingga berpotensi mendapatkan keuntungan saat harga saham naik. Lalu pada saat exercise, akan otomatis mendapatkan keuntungan, karena harga sahamnya yang lebih tinggi jika dibanding dengan harga tebus (exercise price) saya,” katanya. 

Lebih lanjut, ada beberapa kondisi tertentu yang dapat membuat dirinya sebagai investor ritel tertarik menggunakan produk Waran Terstruktur, satu di antaranya ketika suatu saham sedang mendapatkan sentimen baik. 

“Ketika saya mendapati suatu saham lagi mendapatkan sentimen sangat baik dan saya yakin harga saham itu diapresiasi, maka saya bisa buy call warrant," tutur dia. 

Kemudian jika benar saham itu naik tinggi, maka dirinya bisa exercise call warrant miliknya pada saat jatuh tempo, atau menjualnya di pasar sekunder dan mendapatkan keuntungan.

Baca juga: BEI: Waran Terstruktur Pilihan Investasi Aman Bagi Investor 

"Namun jika ternyata turun dalam, maka saya hanya kehilangan uang sejumlah total call warrant (premi) saya, di mana nilai call warrant jauh lebih rendah dari harga saham aslinya,” ujar Thomas.

Kendati demikian, dia mengingatkan kepada investor lainnya bahwa produk Waran Terstruktur juga mengandung risiko jika investor pemula menggunakan instrumen ini secara tidak bijak. 

Untuk itu, Thomas berharap pihak BEI terus gencar memberikan edukasi mengenai produk Waran Terstruktur, beserta risiko dan strategi investasinya. 

“Karena jika tidak ada edukasi, maka akan banyak influencer saham di luar sana bisa menyalahgunakan influence mereka kepada para follower-nya. Waran Terstruktur memiliki tingkat risiko lebih besar dari saham, jika orang yang menggunakannya tidak paham,” pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas