20 Perusahaan Pelat Merah Tembus Daftar 100 Perusahaan Terbesar Indonesia, Ini Kata Erick Thohir
Sejumlah perusahaan yang berstatus BUMN sukses bertengger dalam jajaran 100 perusahaan terbesar. apa kata Erick Thohir?
Penulis:
Bambang Ismoyo
Editor:
Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah perusahaan yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sukses bertengger dalam jajaran 100 perusahaan terbesar yang dikeluarkan Majalah Fortune Indonesia berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2021.
Perusahaan pelat merah yang dimaksud diantaranya seperti Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Telkom Indonesia, hingga Mining Industry Indonesia (MIND ID) yaitu BUMN Holding Industri Pertambangan.
Atas adanya capaian ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan apresiasinya.
Baca juga: Bantu Perekonomian BUMN Tambang Ini Latih Nelayan Inovasi Udang Vaname
Selain itu, Erick juga menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap ekonomi Indonesia.
"Kita bisa lihat dalam daftar tersebut, lima besar didominasi BUMN, ada Pertamina di peringkat pertama, PLN di nomor dua, lalu di peringkat empat dan lima ada BRI dan Telkom Indonesia," papar Erick Thohir dikutip dalam keterangannya, Jumat (12/8/2022).
"Di luar itu, ada Bank Mandiri di peringkat enam dan MIND ID yang menduduki posisi sepuluh," sambungnya.
Baca juga: BUMN Diklaim Berkontribusi Rp 1.200 Triliun ke Negara dalam 3 Tahun Terakhir
Erick kembali menambahkan, hal ini merupakan pencapaian luar biasa dan bukti nyata dari keberhasilan transformasi di BUMN.
Hal ini juga terlihat dari 20 dari 100 perusahaan terbesar yang dirilis Fortune merupakan BUMN.
Selain nama-nama yang telah disebutkan di atas, ada pula Pupuk Indonesia di peringkat ke-13, BNI peringkat ke-14, Semen Indonesia peringkat ke-26, dan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) peringkat ke-27.
BUMN lain yang masuk daftar 100 besar adalah Krakatau Steel, BTN, PT KAI, Wijaya Karya, PT PP, Jasa Marga, Kimia Farma, Waskita Karya, dan Adhi Karya.
Erick menyebut, laporan Fortune ini sesungguhnya memberikan gambaran positif bagi perekonomian Indonesia.
Pasalnya, sebanyak 80 perusahaan dalam 100 teratas berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada 2021.
Padahal pada daftar yang sama tahun 2020, hanya 30 perusahaan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan.
"Yang menarik, Fortune menilai pembentukan sejumlah holding BUMN memiliki dampak besar dalam peningkatan pertumbuhan pendapatan bagi BUMN," ujar Erick.
Baca tanpa iklan