Tribun Bisnis

SKSG UI Edukasi UMKM Lombok Strategi Pemasaran Produk Lokal di Media Sosial

SKSG Universitas Indonesia mendorong agar produk-produk lokal yang dihasilkan UMKM di Nusa Tenggara Barat makin dikenal luas di pasar.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in SKSG UI Edukasi UMKM Lombok Strategi Pemasaran Produk Lokal di Media Sosial
Istimewa
Tim dari SKSG Universitas Indonesia berinisiatif memberikan berbagai edukasi strategi pemasaran produk UMKM di platform media sosial. Kegiatan edukasi ini digelar di Yayasan Pendidikan Pangsor Gunung Rinjani. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, SEMBALUN - Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia mendorong agar produk-produk lokal yang dihasilkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok makin dikenal luas di pasar.

Untuk mendorong upaya tersebut Program Pengabdian Kepada Masyarakat, tim dari SKSG Universitas Indonesia berinisiatif memberikan berbagai edukasi strategi pemasaran produk UMKM di platform media sosial.

Kegiatan edukasi ini digelar di Yayasan Pendidikan Pangsor Gunung Rinjani dan dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PC NWDI) Sembalun, Johri S.Ag.

Nusa Tenggara Barat dijadikan sebagai salah satu wilayah prioritas dari program hibah yang diselenggarakan UI berdasarkan banyak aspek pertimbangan.

Baca juga: Menteri Teten Dorong UMKM Optimalkan Ekosistem Digital, Kejar Target Pertumbuhan Delapan Kali Lipat

Di antaranya untuk mencegah pernikahan dini, serta untuk meningkatkan ekonomi warga di sekitar Gunung Rinjani dan meminimalisir kejahatan siber.

Tim SKSG UI juga memberikan materi edukasi seputar batasan hak konsumen bagi pelaku usaha.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan secara langsung kepada pelaku usaha makanan diantaranya ke sentra penjualan Kopi Sembalun Kemas, Black Garlic, dan Kacang Merah Khas Sembalun.

Melihat potensi produk dari pengusaha dan UMKM Sembalun, Dr Eva Zulfa selaku ketua tim mengedukasi meminta kepada para pelaku usaha agar beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan mendaftarkan produk ke HAKI, selain memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk.

"Produk black garlic dari Sembalun ini harus punya nama khusus, mungkin menggunakan istilah dari bahasa Lombok atau Sembalun agar ada diferensiasi produk karena nama produk black garlic kan sudah umum," ujar Dr Eva.

Kegiatan edukasi SKSG UI juga dilakukan ke sejumlah pengusaha rumah makan, tempat penjualan souvenir, dan UMKM, seperti warung makan Sate Rembiga yang merupakan sate sapi dengan bumbu pedas khas, serta beberapa perajin di desa adat Sade.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PC NWDI) Sembalun, Johri S.Ag. bergarap kegiatan ini bisa berlanjut di masa datang.

"Tidak terputus hanya kegiatan hari ini saja. Sekali lagi terimakasih kepala SKSG UI telah mengabdi kepada Lombok dan Indonesia," ujar Johri yang juga kepala SMAN 1 Sembalun.

Kepala MTs Nahdlatul Wathan Pangsor Gunung, Marjeuni, S.Ag, juga sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kerjasama yang dilakukan dengan SKSG UI menjadi langkah awal bagi perekonomian masyarakat Sembalun, Lombok Timur dan sekitarnya menjadi semakin membaik pasca dilanda gempa beberapa waktu lalu.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas