Tribun Bisnis

Selasa Pagi, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Level Rp14.774

Rupiah dan mata uang regional lainnya mengalami pelemahan terhadap dolar AS, seiring sentimen data ekonomi China.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Selasa Pagi, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Level Rp14.774
freepik
Ilustrasi dolar AS. Nilai tukar mata uang terimbas sentimen pasar yang mungkin masih mengkhawatirkan niatan the Fed untuk menaikan suku bunga acuannya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada Selasa pagi (16/8/2022).

Mengutip data Bloomberg sekitar pukul 09.06 WIB, rupiah berada di level Rp14.774, di mana pada hari sebelumnya mata uang Garuda di level Rp14.741.

Sebelumnya, Analis PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah dan mata uang regional lainnya mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Baca juga: Senin Sore Rupiah Makin Melemah Terhadap Dolar AS, Turun ke Level Rp 14.741

Hal ini kemungkinan karena sentimen data ekonomi China seperti data produksi industri, data penjualan ritel yang di bawah perkiraan analis karena ekonomi China terganggu lockdown covid.

Sebagai informasi, sejumlah data ekonomi China yang baru dirilis terbilang hanya tumbuh di bawah ekspektasi. Data penjualan ritel China di bulan Juli hanya tumbuh 2,7 persen secara tahunan, angka itu lebih rendah dari pertumbuhan 3,1 persen di bulan Juni.

Jauh di bawah ekspektasi ekonom yang meramal pertumbuhan hingga 5 persen.

"Seperti kita ketahui, ekonomi China sebagai pasar dan produsen besar dunia sangat mempengaruhi perekonomian negara lainnya," ujar Ariston kepada Tribunnews, (15/8/2022).

"Ini memicu pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman dollar AS," sambungnya.

Selain itu, lanjut Ariston, nilai tukar mata uang terimbas sentimen pasar yang mungkin masih mengkhawatirkan niatan the Fed untuk menaikan suku bunga acuannya dengan agresif meskipun data inflasi AS terakhir menunjukkan penurunan.

Selain itu, nilai tukar mata uang negara lain terhadap dollar bakal terdampak rilis data ekonomi survei aktivitas manufaktur di wilayah New York, yang mungkin bisa menjadi penggerak pasar baru.

"Bila hasilnya bagus, ini bisa mendorong penguatan dollar lagi esok hari dan memberi tekanan ke rupiah. Dan sebaliknya," papar Ariston.

Dengan demikian, potensi fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS pada hari ini (16/8/2022) berada di rentang Rp14.700 hingga Rp14.780.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas