Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Mantan Menteri ESDM Ingin Pemerintah Jujur Soal BBM Bersubsidi, 'Sulit Iya,Tapi Hadapi Saja'

Masyarakat sempat kebingungan saat terjadinya antrean panjang bakal adanya kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 Sempember lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Mantan Menteri ESDM Ingin Pemerintah Jujur Soal BBM Bersubsidi, 'Sulit Iya,Tapi Hadapi Saja'
SURYA/PURWANTO
Antrean pengendara mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Araya, Jl Panji Suroso, Kota Malang, Selasa (30/8/2022). Pemerintah berencana akan menaikan harga BBM khususnya jenis Pertalite dan Solar Subsidi sebagai langkah menghadapi dampak kenaikan harga minyak mentah dunia. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNNEWS.COM -- Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta jujur kepada masyarakat soal harga energi.

Masyarakat sempat kebingungan saat terjadinya antrean panjang bakal adanya kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 Sempember lalu.

Nyatanya kenaikan harga BBM bersubsidi tidak terjadi.

“Menghadapi isu ini ada satu, harus ada kejujuran. Artinya, ceritakan apa adanya kesulitan kita,” kata Sudriman Said dalam diskusi virtual bersama Total Politik, Jumat (2/9/2022).

Ia menambahkan, dalam pengelolaan informasi terkait harga BBM ini melalui satu pintu.

Baca juga: Dikhawatirkan Ciptakan Krisis Baru, Mahasiswa dan Pelajar Persatuan Islam Tolak Kenaikan Harga BBM

Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi banyak tafsir yang datang dari berbagai kalangan.

“Kalau dibiarkan suaranya bermacam-macam orang makin menafsirkan terus makin bingung tapi juga tadi. Justru malah harga-harga naik karena dari berbagai sudut tadi,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian selanjutnya, sambung dia, lemerintah harus berani mengambil risiko. Ia pun mengakui mengambil kebijakan terkait energi memang tidak mudah, tapi harus dihadapi.

“Sulit iya, ramai pasti iya, demo mungkin ada tapi ya sudah hadapin aja. Ini yang mungkin di dalam susana yanh terus menerus menimbangkan populism, ini menjadi sulit dilakukan,” tuturnya.

Tak Ada Deflasi Bila Harga BBM Naik

Sementara itu Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, tren kuartal III secara tahunan biasanya terjadi deflasi yang ditandai dengan tren penurunan harga komoditas.

Namun tren deflasi tahun ini tidak akan terjadi jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

“Level (inflasi) tahunan ini bisa berubah ketika ada yang diluar kebiasaan, faktor kebijakan atau faktor eksternal.

Baca juga: Eks Menteri ESDM Sudirman Said Minta Pemerintah Jujur soal Permasalahan Energi hingga BBM Subsidi

Kebijakan misalnya jika kenaikan harga BBM pada bulan September, itu langsung inflasinya tinggi, bisa 2-3 persen dalam satu bulan, kalau dia naik 30 persen ya,“ kata Faisal kepada wartawan Jumat (2/9/2022).

Faisal menambahkan, inflasi daerah cenderung dinamis, tergantung dari tempat dan kondisi yang berubah.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas