Tribun Bisnis

PLN Batalkan Program Konversi Kompor LPG 3 Kg ke Listrik, Ini Alasannya

PT PLN menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in PLN Batalkan Program Konversi Kompor LPG 3 Kg ke Listrik, Ini Alasannya
HO
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dodi Esvandi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program pengalihan atau konversi kompor LPG 3 kg ke kompor listrik akhirnya dibatalkan.

PT PLN (Persero) membatalkan rencana tersebut guna menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Rencana pemerintah mengkonversi kompor LPG ke kompor listrik atau induksi sebelumnya banyak mendapat sorotan.

Termasuk dari anggota DPR RI, Mulan Jameela.

Bahkan karena kritikannya itu nama Mulan muncul di trending topics di Twitter pada Jumat (23/9/2022) siang.

Banyak yang mengaku setuju dengan kritikan yang dilontarkan istri Ahmad Dhani tersebut saat rapat kerja Komisi VII dengan Ditjen ILMATE Kemenperin, Rabu (21/9/2022).

Dalam kritikannya Mulan menilai kebijakan untuk mengubah kebiasaan masyarakat dari menggunakan kompor LPG menjadi menggunakan kompor listrik hanya akan menimbulkan masalah baru.

"Menurut saya program kompor gas ke kompor induksi ini sepertinya apa yang disampaikan pak Bambang ini betul, menyelesaikan masalah dengan masalah baru," ujar Mulan Jameela.

"Berhubung saya ini ibu-ibu yang ngurusin kompor di dapur mengerti betul, kompor yang dibutuhkan kompor seperti apa. Kami-kami ini para emak-emak, butuh masak pake kompor yang kayak apa," lanjut Mulan.

Mulan mengaku kebijakan untuk pindah ke kompor listrik terlalu terburu-buru.

Ia menjelaskan lebih panjang, jika masyarakat perlu menambah biaya untuk membeli wajan baru dan akan kesulitan jika ada hajatan.

Mulan juga menjelaskan jika masakan Indonesia tidak cocok jika dimasak menggunakan kompor listrik.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas