Tribun Bisnis

G20 di Indonesia

Seluruh Logistik KTT G20 Ditarget Selesai Akhir Oktober Mendatang

KTT G20 ini tentunya akan mendatangkan pesawat komersial yang terjadwal secara reguler maupun pesawat yang digunakan dalam bentuk privat jet

Penulis: Lita Febriani
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Seluruh Logistik KTT G20 Ditarget Selesai Akhir Oktober Mendatang
Kementan
Ilustrasi KTT G20 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan segera digelar di Bali pada 15-16 November 2022. Segala persiapan terus dikebut Pemerintah Indonesia untuk menjamu tamu-tamu dari negara peserta.

Kabiro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Andreas Dipi Patria, mengatakan aspek terpenting yang menjadi perhatian saat ini ialah logistik.

"Dalam pelaksanaan G20 ini banyak yang harus dipersiapkan. Ada beberapa lokasi yang memerlukan persiapan baik dari segi infrastruktur maupun fasilitas yang perlu kita lakukan identifikasi.

Misalnya bandara I Gusti Ngurah Rai, Hotel Apurva Kempinski, kemudian Garuda Wisnu Kencana, Taman Hutan Raya Mangrove, serta fasilitas media center dan lain sebagainya.

Baca juga: Senator Ayres dari Australia Konfirmasi Kehadiran di PTM G20 Pariwisata dan Pertanian

Untuk itu kami bertugas memastikan hingga saat ini seluruh pembangunan berjalan dengan lancar dan paling lambat ditargetkan selesai di akhir Oktober 2022," tutur Andreas dalam konferensi pers, Selasa (27/9/2022).

Kemudian, KTT G20 ini tentunya akan mendatangkan pesawat komersial yang terjadwal secara reguler maupun pesawat yang digunakan dalam bentuk privat jet.

Bahkan yang akan hadir juga adalah pesawat kenegaraan atau kepresidenan, tentunya Bandara I Gusti Ngurah Rai ini tidak cukup untuk menampung pesawat dari para delegasi yang berasal dari 19 negara, ditambah lebih kurang 19 undangan yang berasal dari lembaga-lembaga internasional dan 9 negara undangan lainnya.

"Pada saat ini kita terus berkoordinasi dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berupaya untuk memenuhi standar internasional agar dapat digunakan untuk keperluan bukan saja parkir, mendarat ataupun untuk menginap," ungkap Andreas.

Selanjutnya, mendukung pengurangan emisi gas karbon, di KTT G20 mendatang Indonesia akan mengedepankan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

"Dalam pelaksanaan Presidensi G20 di 2022 ini, salah satu yang unik adalah penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang akan digunakan untuk kendaraan delegasi maupun kendaraan operasional lain.

Oleh karena itu, tentu saja kita telah mempersiapkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum dan juga semua kebutuhan-kebutuhan yang terkait kendaraan listrik, seperti lokasi charging station yang terletak dekat dari veneu acara ini dipersiapkan baik," katanya.

Baca juga: Sampaikan Update Persiapan KTT G20 di Forum Global Governance, Menlu RI: Tantangan Sudah Berbeda

Kendaraan listrik diyakini merupakan alternatif yang bersahabat dengan lingkungan, sehingga kendaraan listrik ini mampu mengurangi emisi karbon dan pencemaran lingkungan.

Ini merupakan isu transisi energi yang Indonesia siapkan dalam bentuk riil atau aksi nyata.

Terkait dengan hotel di Bali, ini banyak tersedia alternatif hotel di mana pemerintah bersama swasta terus berkoordinasi.

"Kami rekomendasikan lebih kurang 22 hotel yang sebagian besar terletak di kawasan Nusa Dua.
Di sana ada 14 hotel yang totalnya menawarkan lebih kurang 6.000 kamar yang juga terdapat kelas dalam level presiden suite yang sesuai dengan SOP dan kebutuhan para kepala negara," jelas Andreas.

Sejauh ini seluruh persiapan KTT G20 telah berjalan dengan baik, koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah daerah, lembaga dan pihak swasta.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas