Tribun Bisnis

Ekonomi Global Lagi Sulit, Pesan Jokowi ke Sri Mulyani: APBN Kita harus 'Dieman-eman'

APBN harus digunakan secara hati-hati dan penuh dengan pertimbangan. Dalam bahasa Jawa istilah ini biasanya disebut 'dieman-eman'

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ekonomi Global Lagi Sulit, Pesan Jokowi ke Sri Mulyani: APBN Kita harus 'Dieman-eman'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyerahkan laporan pemerintah terkait RUU tentang APBN TA 2023 kepada Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk Freidrich Paulus dan Rachmat Gobel saat Rapat Paripurna DPR RI Ke-3 Masa Persidangan I Tahun 2022-2023 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Rapat paripurna tersebut beragendakan tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2023 beserta nota keuangannya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan bahwa dirinya kerap mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, agar dapat menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan baik.

Menurutnya, APBN harus digunakan secara hati-hati dan penuh dengan pertimbangan. Dalam bahasa Jawa istilah ini biasanya disebut 'dieman-eman' atau disayang-sayang.

"Saya selalu sampaikan ke Menteri Keuangan. 'Bu kalau punya uang di APBN kita, (harus) dieman-eman'," kata Jokowi saat membuka seminar UOB Economic Outlook, Emerging Stronger in Unity and Sustainability, Kamis (29/9/2022).

"Dieman-eman itu dijaga hati-hati mengeluarkannya. Harus produktif, harus memunculkan return yang jelas," sambungnya.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Nilai Reformasi Kebijakan Subsidi Energi Harus Dilakukan Guna Lindungi APBN

Jokowi tak pernah bosan mengingatkan terkait pentingnya menjaga kelangsungan APBN.

Hal ini didasarkan bahwa dunia sekarang ini berada pada situasi yang penuh dengan ketidakpastian.

Presiden mengaku sekarang ini arah ekonomi dan pemulihannya ke depan belum diketahui. Sejumlah masalah muncul disaat masalah lainnya belum terselesaikan.

Begitu juga saat bertemu dengan presiden Korea Selatan, China, dan PM Jepang. Setelah bertemu pemimpin negara tersebut kondisi akan menjadi sulit semakin pasti.

Sehingga kata Presiden, ekonomi Indonesia memerlukan ketahanan yang panjang.

"Sudah sering berkali-kali saya sampaikan, dunia sekarang ini berada di ketidakpastian yang tinggi. Semua negara berada pada posisi sulit, kesulitan. Dan juga ekonomi yang sulit diprediksi, sulit dikalkulasi," ucap Presiden.

"Satu masalah muncul belum selesai, muncul masalah lain. Efek Domino ini semua menyampaikan sulit dihitung," pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas