Tribun Bisnis

Hasil Kompendium Bali Penguatan UMKM, Kadin Indonesia: Kami Siap Dukung

UMKM adalah tulang punggung perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Hasil Kompendium Bali Penguatan UMKM, Kadin Indonesia: Kami Siap Dukung
dok.
Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid. Ia menilai UMKM adalah pilar terpenting dalam struktur perekonomian Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid sangat antusias dengan poin Kompendium Bali, mengenai peningkatan kemitraan antara investor dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi nasional yang kuat, karena jumlah UMKM terutama usaha mikro yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat besar," ujar Arsjad Rasjid dalam siaran persnya, Kamis (29/09/2022).

Baca juga: Dukung UMKM, Penyaluran KUR Bank Sumut Naik 29 Persen Jadi Rp 3,8 Triliun

Lebih lanjut Arsjad Rasjid menjelaskan, bahwa UMKM adalah pilar terpenting dalam struktur perekonomian Indonesia.

Dia mengatakan demikian, karena mengacu data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2021, yang menunjukan jumlah UMKM mencapai 64,2 juta, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun.

Selain itu, UMKM juga mampu memberikan lapangan kerja bagi 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, atau sekitar 117 juta pekerja yang 64,5 persennya merupakan kaum perempuan.

Dengan demikian, menurutnya data tersebut memperlihatkan bahwa UMKM sangat penting untuk menopang perekonomian mayoritas rakyat Indonesia.

“Jadi bisa disebutkan bahwa fondasi ekonomi kita akan kuat, apabila UMKM-nya juga kuat,” kata Ketua Umum KADIN Indonesia.

Menurut Arsjad Rasjid, Bali Compendium adalah angin segar untuk UMKM, agar menjadi tuan di rumah sendiri dan dapat berbicara di kancah global.

Sementara yang harus dilakukan untuk mendukung inisiatif tersebut antara lain adalah mempersiapkan UMKM untuk bisa ikut bersaing di kancah global.

Arsjad Rasjid mengatakan, KADIN Indonesia sebagai rumah bagi semua pelaku usaha, termasuk UMKM, terus berupaya mengakselerasi kapasitas dan kapabilitas UMKM agar dapat bersaing dengan UMKM negara lain.

Salah satu upaya yang dilakukan KADIN Indonesia dalam meningkatkan daya saing UMKM, adalah mendorong digitalisasi UMKM untuk menyambut era industri 4.0.

"Ekonomi digital akan terus tumbuh dan berevolusi. Perdagangan digital berkontribusi terhadap perluasan akses pasar, pengurangan biaya perdagangan, hingga peningkatan peluang UMKM agar terintegrasi dengan pasar global. Untuk itu, kebijakan perdagangan digital yang dibangun harus bersifat inklusif dan dapat mengakomodasi masyarakat luas," kata Ketua Umum KADIN Indonesia.

Arsjad Rasjid lebih lanjut menjelaskan, digitalisasi terbukti menjadi faktor kunci UMKM bertahan dan tumbuh di masa pandemi, antara lain karena dapat menjangkau pelanggan lebih luas.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas