Tribun Bisnis

PT INKA Siapkan 53 Bus Listrik Buat Operasional Damri di Dua Kota

PT INKA menyatakan, telah menyiapkan 53 armada bus listrik untuk operasional Perum Damri lewat skema Buy The Service (BTS).

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in PT INKA Siapkan 53 Bus Listrik Buat Operasional Damri di Dua Kota
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi: Bus Listrik TransJakarta 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Industri Kereta Api atau PT INKA menyatakan, telah menyiapkan 53 armada bus listrik untuk operasional Perum Damri lewat skema Buy The Service (BTS).

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, puluhan bus listrik tersebut nantinya akan dioperasikan Perum Damri di dua kota yakni Surabaya dan Bandung.

"Jadi,ada 53 bus listrik yang nanti setelah G20 ini digunakan di Surabaya dan Bandung, yang mengoperasikan Perum Damri," ujarnya di Ballroom BJ Habibie, Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, perseroan mendapatkan fasilitas pembiayaan dari PT Bank Muamalat guna pengadaan 53 bus listrik itu.

Baca juga: Kegalauan Inka Christie Telat Menikah Terobati, Hatinya Tenang Usai Mendengar Penjelasan Ustaz

"Dana (pembiayaan) ini untuk membackup pengadaan bus listrik ya, jadi pemerintah punya program namamya Buy The Service.

Itu sudah kontrak dengan Perum Damri, nah Perum Damri ambil bus listrik dari PT INKA, jadi ini aman," kata Budi.

Menurutnya underlying dari proyek bus listrik tersebut jelas, karena nanti pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan yang akan membayar.

"Ini kebijakan Kementerian Perhubungan, sudah diputuskan, dan sudah kontrak antara Kementerian Perhubungan dan Damri.

Jadi, ini aman sebetulnya, bus itu nanti akan dibayar oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan melalui Buy The Service, kita siapkan sarananya, yang operasionalkan Damri," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Bank Muamalat Indonesia menyalurkan pembiayaan kepada PT INKA senilai Rp 150 miliar.

Baca juga: Kritik Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Pakai APBN, AHY: Perencanaan Mega Proyek Harus Matang

Fasilitas pembiayaan ini akan digunakan oleh PT INKA untuk proyek pengadaan bus listrik sebagai sarana transportasi pada gelaran KTT G20 di Bali pada Oktober hingga November 2022 mendatang.

"Setelah kita dapat investor baru, BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), salah satu target market kami adalah kita ingin kolaborasi dengan BUMN.

Salah satunya PT INKA dan ada beberapa lain dalam waktu dekat," ujar Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana di Ballroom BJ Habibie, Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Selain digunakan untuk mendukung pelaksanaan G20, pembiayaan pengadaan bus listrik ini juga ditujukan untuk proyek penyediaan transportasi umum daerah Surabaya dan Bandung hasil kerja sama PT INKA dan Perum Damri lewat skema Buy The Service.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas