Tribun Bisnis

Rusia Berencana Gunakan Rubel Digital untuk Pembayaran Perdagangan dengan China

Pihak berwenang di Moskow berharap negara-negara lain akan bersedia mengadopsi mata uang digital Rusia dalam perdagangan

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Rusia Berencana Gunakan Rubel Digital untuk Pembayaran Perdagangan dengan China
Russia Business Today
Mata uang rubel Rusia. Rusia berencana menggunakan rubel digital, yang akan diperkenalkan awal tahun 2023, untuk pembayaran perdagangan dengan China. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Rusia berencana menggunakan rubel digital, yang akan diperkenalkan awal tahun 2023, untuk pembayaran perdagangan dengan China.

Pihak berwenang di Moskow berharap negara-negara lain akan bersedia mengadopsi mata uang digital Rusia dalam perdagangan, yang memungkinkan negara itu menghindari sanksi yang dijatuhkan pihak Barat atas invasinya ke Ukraina.

Bank Sentral Rusia bersiap untuk meluncurkan rubel digital pada awal tahun depan.

Baca juga: Rusia Uji Coba Proyek Rubel Digital Pada April 2023 Mendatang

Menurut pernyataan dari anggota terkemuka majelis rendah parlemen Rusia, Moskow ingin menggunakan rubel digital dalam pembayaran dengan China, yang telah menjadi mitra dagang utama Rusia.

Akses terbatas ke sistem keuangan global karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya, memaksa Rusia mencari cara alternatif untuk transaksi perdagangan ke luar negeri.

Selain cryptocurrency, rubel digital menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan Moskow dalam upayanya untuk menghindari sanksi.

“Topik aset keuangan digital, rubel digital, dan cryptocurrency saat ini semakin intensif di masyarakat, karena negara-negara Barat memberlakukan sanksi dan menciptakan masalah untuk transfer bank, termasuk dalam penyelesaian internasional,” ujar Kepala Komite Pasar Keuangan di Majelis Rendah Parlemen Rusia Anatoly Aksakov, yang dikutip dari Bitcoin News.

Aksanov menjelaskan, aset keuangan digital dapat digunakan sebagai alat untuk menghindari sistem yang dikendalikan oleh "negara-negara tidak bersahabat".

Baca juga: Parlemen Rusia Desak Putin Untuk Segera Jadikan Rubel Digital Sebagai Mata Uang Cadangan

"Jika kita meluncurkan ini, maka negara-negara lain akan mulai aktif menggunakannya ke depan, dan kendali Amerika atas sistem keuangan global akan berakhir secara efektif," ungkap Aksanov.

Sementara itu, sejak diberlakukannya sanksi Barat, kerja sama antara Rusia dan China telah meningkat secara signifikan.

Perdagangan antara kedua negara telah berkembang dan perusahaan-perusahaan Rusia mulai menerbitkan utang dalam yuan China.

Beijing saat ini sedang melakukan uji coba domestik dari versi digital mata uangnya, e-CNY, dan berencana untuk menggunakannya dalam pembayaran lintas batas.

Rusia sedang bersiap mengadopsi peraturan komprehensif untuk pasar kripto-nya dalam beberapa bulan mendatang, termasuk RUU baru  “On Digital Currency” yang akan memperluas kerangka hukum yang ditetapkan tahun lalu oleh undang-undang  “on Digital Financial Assets.”

Baca juga: Rusia akan Luncurkan Uji Coba Rubel Digital di Krimea

Regulator Rusia sudah mengembangkan mekanisme pembayaran kripto internasional dan rancangan ketentuannya telah disetujui bank sentral serta kementerian keuangan negara itu.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas