Tribun Bisnis

Konflik Rusia Vs Ukraina

Bisa Bikin PHK Ribuan Pekerja di Begia, Raksasa Berlian Batal Disanksi Oleh Uni Eropa

Alrosa, raksasa penambang berlian milik negara Rusia, telah dikeluarkan dari putaran sanksi berikutnya Uni Eropa (UE).

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Bisa Bikin PHK Ribuan Pekerja di Begia, Raksasa Berlian Batal Disanksi Oleh Uni Eropa
KAIN COFFRINI / AFP
Ilustrai berlian 'Oppenheimer Blue,' berlian biru cerah yang mewah dengan berat 14,62 karat. Blue Oppenheimer akan dilelang di Jenewa pada 18 Mei dengan perkiraan pra-penjualan $38-45 juta dan bisa menjadi berlian potong termahal di dunia, menurut rumah Christies. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS - Alrosa, raksasa penambang berlian milik negara Rusia, telah dikeluarkan dari putaran sanksi berikutnya Uni Eropa (UE).

Pernyataan ini disampaikan EUobserver pada Rabu kemarin, mengutip makalah Komisi Eropa.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (7/10/2022), operasi penambangan berlian terbesar di dunia berdasarkan volume awalnya terdaftar dalam rancangan proposal paket sanksi kedelapan blok tersebut.

Perusahaan itu diduga memberikan pembiayaan langsung untuk kapal selam Angkatan Laut Rusia yang baru dan memberikan miliaran euro per tahun ke dalam anggaran militer negara itu.

Baca juga: Soal Kerusakan Pipa Nord Stream, Eks Pejabat Pentagon Sebut AL Inggris dan AS Bisa Saja Dalangnya

Namun, Alrosa tidak masuk dalam daftar final yang mencakup 29 individu dan 7 badan hukum.

Sementara itu, Belgia sebagai rumah bagi pusat perdagangan berlian terbesar di dunia, memblokir embargo UE.

Putar balik dilaporkan terjadi setelah diplomat Belgia dan pelobi Antwerp Diamond Center mengibarkan bendera merah atas langkah yang dapat menyebabkan hilangnya ribuan pekerjaan di kota itu.

Perlu diketahui, saham penambang berlian yang diperdagangkan di Rusia yang bertanggung jawab atas sekitar 90 persen dari kapasitas Rusia kini menjadi bahan pemberitaan.

Pada April lalu, Alrosa, yang ekspornya melebihi 4,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu saja, ditempatkan dalam daftar sanksi Departemen Keuangan dan Luar Negeri AS, bersama dengan United Shipbuilding Corporation.

Selanjutnya pada Juni lalu, perusahaan tersebut berhasil menghindari upaya yang didukung Barat untuk mencegah batu mulia Rusia dijual di pasar global.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas