Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Awal Perdagangan Hari Ini, IHSG Tertekan Tinggalkan Level 7.000

Pelemahan paling tajam terjadi di sektor energi yang tumbang 1,28% dan sektor perindustrian anjlok 1,09%.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Awal Perdagangan Hari Ini, IHSG Tertekan Tinggalkan Level 7.000
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. Tercatat, pukul 9.07 WIB, IHSG dibuka melemah 0,44% atau 34 poin ke 6.996 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan ini, Senin (10/2022) pagi mengalami tekanan, hingga tinggalkan level 7.000.

Tercatat, pukul 9.07 WIB, IHSG melemah 0,44 persen atau 34 poin ke 6.996, di mana 10 indeks sektoral mengalami pelemahan dan sektor kesehatan yang masih menguat 0,75%.

Sementara pelemahan paling tajam terjadi di sektor energi yang tumbang 1,28%. Sektor perindustrian anjlok 1,09%.

Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak ke Zona Merah, Perhatikan Beberapa Saham Ini

Sektor barang baku terjun 0,89%. Sektor teknologi melemah 0,67%. Sektor transportasi dan logistik tergerus 0,51%.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) 3,31%
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 2,13%
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 1,29%
Top losers LQ45 terdiri dari:

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) -3,62%
PT Bank Jago Tbk (ARTO) -2,58%
PT Indika Energy Tbk (INDY) -2,41%

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menyoroti, di akhir pekan lalu rilis klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) periode September menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat, meski The Fed menaikkan suku bunga secara agresif.

Bursa AS dan Eropa merespons dengan koreksi signifikan, bahkan indeks Dow Jones terkoreksi lebih dari 600 point.

"Dengan rilis data tersebut, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga secara agresif," ujar Cheryl yang dikutip dari Kontan.

Cheryl menambahkan, IHSG juga akan terpengaruh oleh rilis data penjualan ritel dan indeks keyakinan konsumen bulan September. Pelaku pasar akan mencermati data tersebut mengingat di bulan lalu ada kenaikan harga bahan bakar minyak.

Prediksi Cheryl, IHSG Senin ini berpotensi melanjutkan pelemahan dengan rentang 6.900-7.050. (Wahyu Tri Rahmawati-Ridwan Nanda Mulyana/Kontan)

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas