Kontraktor Tambang Ini Catatkan 42,19 Juta Jam Kerja Tanpa Fatalitas, Apa Strateginya?
Cipta Kridatama mencatatkan 42,19 juta jam kerja tanpa fatalitas sepanjang 2025 dan zero fatality selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Industri tambang termasuk salah satu sektor industri yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja (fatalitas) tinggi.
- Cipta Kridatama mencatatkan 42,19 juta jam kerja tanpa fatalitas sepanjang 2025 dan mempertahankan zero fatality 3 tahun berturut-turut sejak 2023.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri tambang termasuk salah satu sektor industri yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja (fatalitas) tinggi. Itu sebabnya, menjaga frequency rate tetap berada di bawah ambang batas industri sangat dibutuhkan untuk menjaga risiko kecelakaan kerja.
PT Cipta Kridatama (CK) salah satu perusahaan kontraktor pertambangan, selama 2025 mencatatkan 42.197.090 jam kerja tanpa fatalitas dan mempertahankan zero fatality selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.
Direktur PT Cipta Kridatama, Roni Setyawan bilang, keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
“Pertumbuhan bisnis hanya bermakna jika dibangun di atas fondasi keselamatan yang aman dan bertanggung jawab. Tidak ada kompromi dalam hal keselamatan operasi karena itu menjadi prasyarat dasar setiap kegiatan usaha. Setiap insan yang bekerja di area tambang harus pulang dengan selamat ke keluarganya,” ujarnya dikutip, Jumat (5/6/2026).
Dikatakan Roni, keberhasilan mempertahankan nihil kecelakaan fatal selama tiga tahun berturut-turut menjadi indikator kuat bahwa keselamatan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan, bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi.
Selain mencatat jutaan jam kerja aman, pihaknya juga berhasil menjaga frequency rate tetap berada di bawah ambang batas industri.
"Empat lokasi operasional perusahaan di Sumatra dan Kalimantan bahkan memperoleh penghargaan Zero Accident sepanjang 2025, mempertegas konsistensi penerapan standar keselamatan di lapangan," katanya.
Perusahaan berinvestasi dalam pengembangan teknologi keselamatan. Satu diantaranya melalui penerapan fatigue-triggered auto-braking system, teknologi yang dikembangkan bersama mitra perusahaan untuk mendeteksi kelelahan operator alat berat.
Sistem ini mampu memicu pengereman otomatis ketika terdeteksi kondisi operator yang berisiko. Teknologi tersebut bahkan diklaim mampu menghentikan truk bermuatan dari kecepatan 50 kilometer per jam dalam jarak kurang dari 30 meter, sehingga dapat meminimalkan potensi kecelakaan akibat human error.
Baca juga: Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2
Di sisi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi seperti Advance Development Operator Program (ADOP) dan Training Need Analysis.
Upaya tersebut telah mendapatkan sertifikasi kompetensi yang mencapai 99 hingga 100 persen bagi pengawas maupun tenaga teknis di berbagai area operasional.
Penerapan budaya keselamatan CK turut diperkuat melalui standar manajemen yang mengacu pada sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Dukungan struktur K3LH yang terintegrasi serta evaluasi berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten di seluruh operasi perusahaan.
Capaian tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini meraih Gold Winner kategori Keselamatan Operasi Pertambangan di ajang Indonesia Mining Services Award (IMSA) 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) di Bali.
Baca juga: Keselamatan Kerja Jadi Prioritas, Pemerintah Dorong Budaya K3 di Industri Tambang
Roni mengatakan, penghargaan IMSA 2026 menjadi bukti bahwa investasi jangka panjang pada aspek keselamatan, penguatan kompetensi pekerja, inovasi teknologi, dan penerapan good mining practices mampu menghasilkan kinerja yang berkelanjutan.