Tribun Bisnis

Nilai Tukar Rupiah

Nilai Tukar Rupiah Ambrol, Tembus ke Level Rp 15.727 per Dolar AS

Sebelumnya pada Kamis (3/11/2022) sore, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp15.695.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Nilai Tukar Rupiah Ambrol, Tembus ke Level Rp 15.727 per Dolar AS
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Masagung Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022). Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp15.727 pada Jumat (4/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp15.727 pada Jumat pukul 10.21 WIB (4/11/2022).

Sebelumnya pada Kamis (3/11/2022) sore, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp15.695.

Pengamat Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi sebelumnya telah mengatakan, pelemahan nilai tukar mata uang Garuda masih akan terjadi di akhir pekan ini.

Baca juga: Hari Ini, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih Akan Tertekan Hingga ke Level Rp15.740 per Dolar AS

Pelemahan rupiah utamanya masih disebabkan adanya sentimen kenaikkan suku bunga Bank Sentral AS, alias The Fed.

Diketahui, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, melanjutkan upayanya untuk menurunkan inflasi.

Kedepannya, bank sentral AS mengisyaratkan masih ada kenaikan namun dengan poin yang lebih kecil.

Bank sentral telah menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi konsumen AS yang telah mencapai level tertinggi dalam empat dekade.

"(Pada kemarin) indeks dolar dan indeks dolar berjangka masing-masing naik 0,5 persen setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin," ucap Ibrahim dalam analisanya, (3/11/2022).

Ia melanjutkan, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai tidak terlalu dalam.

Hal ini terbantu rilis laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia.

Baca juga: Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS, Pengamat Sebut Kemungkinan Tembus ke Level Rp15.740

Meski demikian, lanjut Ibrahim, ini bukan menjadi sebuah patokan untuk bertenang diri di tengah potensi resesi yang semakin nyata. 

Posisi Indonesia saat ini berada di peringkat ke-7 di atas dua negara besar, yaitu Inggris dan Prancis, dengan mengacu kepada tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mengacu Purchasing Power Parity (P3), yang  mencatatkan sebesar 4,02 triliun dolar AS di 2022.

Besarnya PDB Indonesia berdasarkan data yang disajikan oleh IMF, berbanding terbalik dengan situasi asumsi makro ekonomi Indonesia.

Dan ini terlihat dari semakin terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menurut Ibrahim, hal ini masih perlu dipertanyakan apakah karena PDB Indonesia yang naik ataukah karena negara-negara seperti Inggris dan Prancis ekonominya menurun akibat inflasi yang sedang tinggi-tingginya.

Baca juga: The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga, Rupiah Kembali Melemah ke Arah Rp15.700 per Dolar AS

Dengan adanya faktor tersebut, ke depannya fluktuasi nilai tukar rupiah masih akan terjadi.

"Sedangkan untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.680 hingga Rp15.740," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas