Tribun Bisnis

Resesi Ekonomi

Harta Kekayaan Para Crazy Rich China Merosot Akibat Adanya Perlambatan Ekonomi Dunia

Muncul kekhawatiran bahwa Presiden Xi Jinping akan mengorbankan pertumbuhan ekonomi untuk ideologi dalam masa jabatannya yang ketiga.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Harta Kekayaan Para Crazy Rich China Merosot Akibat Adanya Perlambatan Ekonomi Dunia
SCMP
Ilustrasi harta kekayaan para orang kayak di China menyusut. The Hurun Rich List, yang mengurutkan orang-orang terkaya di China dengan kekayaan bersih minimal 5 miliar yuan atau senilai 692 juta dolar AS, melaporkan hanya 305 orang yang berhasil masuk ke daftar itu atau turun 11 persen dari tahun lalu. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Orang-orang super kaya di China mengalami penurunan kekayaan akibat dampak perang Rusia-Ukraina, kebijakan nol-Covid Beijing, serta jatuhnya pasar saham China Daratan dan Hong Kong.

The Hurun Rich List, yang mengurutkan orang-orang terkaya di China dengan kekayaan bersih minimal 5 miliar yuan atau senilai 692 juta dolar AS, melaporkan hanya 305 orang yang berhasil masuk ke daftar itu atau turun 11 persen dari tahun lalu.

Total kekayaan mereka adalah 3,5 triliun dolar AS, turun 18 persen.

Baca juga: IMF Pangkas Perkiraan Ekonomi Asia Menjadi 4 Persen Tahun Ini, Imbas Perlambatan Ekonomi China

Sementara itu, jumlah individu yang memiliki kekayaan sebesar 10 miliar dolar AS turun 29 orang menjadi 56 orang, dan jumlah miliarder dalam dolar AS turun 239 orang menjadi 946 orang tahun ini.

"Tahun ini mengalami penurunan terbesar dalam Daftar Orang Kaya Hurun China dalam 24 tahun terakhir," kata ketua dan kepala peneliti firma riset Hurun Report yang menyusun daftar tersebut, Rupert Hoogewerf, yang dikutip dari Reuters.

Prospek ekonomi global tahun ini sangat dipengaruhi oleh perang di Ukraina dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di China yang diperburuk oleh kebijakan ketat Covid negara itu dan kemerosotan pasar properti yang berkepanjangan.

Tindakan keras kebijakan yang dilakukan selama dua tahun ini telah memukul nama-nama perusahaan teknologi besar China seperti Alibaba Group dan Tencent Holdings.

Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa Presiden Xi Jinping akan mengorbankan pertumbuhan ekonomi untuk ideologi dalam masa jabatannya yang ketiga, sehingga membebani kepercayaan investor, dengan bursa saham di China Daratan dan Hong Kong jatuh dalam beberapa pekan terakhir.

Yang Huiyan, pengusaha di balik perusahaan real estat Country Garden Holdings Co Ltd, yang berjuang melawan masalah utang seperti banyak pengembang China lainnya, melihat kekayaannya turun sebesar 15,7 miliar dolar AS, yang menjadi penurunan terbesar di daftar orang terkaya di China 2022.

Zhong Shanshan, pendiri perusahaan minuman Nongfu Spring dan pengembang vaksin China Wantai Biological Pharmacy Enterprise, menempati urutan pertama dalam daftar orang terkaya di China tahun ini untuk kedua kalinya berturut-turut, dengan kekayaan yang tumbuh 17 persen menjadi 65 miliar dolar AS.

Baca juga: Ekonomi China Terguncang, Yuan Jatuh Ke Level Terendah Sejak 15 Tahun

Pendiri pemilik TikTok ByteDance, Zhang Yiming, berada di posisi kedua namun kekayaannya turun 28 persen menjadi 35 miliar dolar AS karena penurunan valuasi ByteDance.

Sementara di posisi ketiga ditempati ketua raksasa produsen baterai Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), Zeng Yuqun.

Pendiri Tencent, Pony Ma mencatat penurunan kekayaan terbesar kedua sebesar 14,6 miliar dolar AS akibat penurunan harga saham teknologi, dan menempati posisi kelima dalam daftar tersebut.

Sedangkan pendiri Alibaba Jack Ma dan keluarganya turun empat peringkat dari tahun lalu menuju ke peringkat sembilan tahun ini.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas