Tribun Bisnis

Dalam Sepekan Ini, Modal Asing Kabur dari Pasar Keuangan Domestik Mencapai Rp1,02 Triliun

BI mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Dalam Sepekan Ini, Modal Asing Kabur dari Pasar Keuangan Domestik Mencapai Rp1,02 Triliun
dok.
Ilustrasi. Bank Indonesia menyebutkan dalam laporannya, terdapat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik senilai Rp1,02 triliun di pekan ketiga November 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia menyebutkan dalam laporannya, terdapat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik senilai Rp1,02 triliun di pekan ketiga November 2022.

Angka tersebut diambil berdasarkan data transaksi Bank Indonesia periode 14-17 November 2022.

“Nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp1,02 triliun terdiri dari beli neto Rp1,83 triliun di pasar SBN (surat berharga negara) dan jual neto Rp2,84 triliun di pasar saham,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangannya dikutip (19/11/2022).

Baca juga: Sri Mulyani Waspadai Keluarnya Dana Asing Usai Kenaikan Suku Bunga The Fed 75 Basis Poin

Dirinya juga melanjutkan, untuk premi credit default swap (CDS) 5 tahun naik ke level 111,99 bps (basis poin) per 17 November 2022 dari 103,32 bps per 11 November 2022.

Dengan demikian, selama tahun 2022 berdasarkan data setelmen sampai dengan 17 November 2022, nonresiden jual neto Rp166,14 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp75,83 triliun di pasar saham.

Erwin mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait.

Baca juga: Dana Asing Terus Mengalir di Bursa, IHSG Pun Kembali Cetak Rekor, Bagaimana Besok?

Yang bertujuan untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan eksternal.

"Serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas