Lockdown di China Bikin Investor Asing Resah, Desak Segera Cabut
Aksi protes terhadap pembatasan Covid-19 yang meluas di penjuru China dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan keguncangan pasar keuangan global
Penulis:
Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor:
Choirul Arifin
SCMP
Kurs mata uang yuan jatuh pada Senin (28/11/2022) menyusul gelojak di pasar keuangan global akibat meluasnya aksi protes masyarakat di berbagai kota di China atas kebijakan lockdown Covid yang dilakukan Pemerintahan Presiden Xi Jinping.
Demografi juga menjadi titik tekanan utama bagi China, yang telah melihat pengangguran kaum muda mencapai rekor tertinggi sekitar 20 persen pada Juli.
Analis riset ekuitas untuk Asia di Julius Baer, Richard Tang, mengatakan, investor luar negeri lebih khawatir tentang peristiwa baru-baru ini daripada rekan-rekan mereka di dalam negeri, berpotensi mengangkat pasar ekuitas dalam negeri.
Tang memperkirakan bahwa jika tidak ada eskalasi besar dalam situasi ini, investor akan segera mengalihkan fokus kembali ke Konferensi Kerja Ekonomi Pusat Partai Komunis yang diadakan pada Desember, yang menetapkan agenda ekonomi untuk sesi parlemen, dan dapat mengonfirmasi poros kebijakan Covid-19.
Berita Populer
Baca tanpa iklan