Tribun Bisnis

Survei InsightAsia: Dompet Digital Paling Diminati Masyarakat Indonesia

Dompet digital menjadi metode pembayaran paling dipilih masyarakat Indonesia, jika dibandingkan dengan metode pembayaran tunai

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Survei InsightAsia: Dompet Digital Paling Diminati Masyarakat Indonesia
Netflix
Ilustrasi dompet digital 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dompet digital menjadi metode pembayaran paling dipilih masyarakat Indonesia, jika dibandingkan dengan metode pembayaran tunai dan transfer bank.

Hal itu dilihat berdasarkan hasil riset pemasaran InsightAsia yang bertajuk "Consistency That Leads: E-Wallet Industry Outlook 2023".

Adapun riset tersebut menggambarkan lanskap kepemimpinan pasar dompet elektronik di Indonesia.

Baca juga: Google Wallet, Dompet Digital untuk Simpan Beragam Dokumen: dari Tiket Konser Sampai Kartu Vaksinasi

Research Director InsightAsia, Olivia Samosir mengatakan, terdapat lima faktor utama yang mendorong brand dompet digit berhasil memimpin pasar.

Menurutnya, kemampuan memimpin pasar rupanya tidak bisa hanya dilakukan dalam periode singkat untuk memenangkan preferensi konsumen. Kata dia, harus didukung oleh konsistensi kinerja yang baik, secara terus-menerus.

"Lima faktor yaitu, aman digunakan dan memastikan saldo konsumen terlindungi, mudah sekaligus nyaman digunakan dalam bertransaksi, bebas limit penggunaan bulanan dan dapat digunakan untuk pembayaran kebutuhan sehari-hari secara maksimal," kata Olivia dikutip dalam keterangannya, Selasa (29/11/2022).

"Kemampuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan inilah yang membuat sebuah brand dapat meraih kepercayaan tertinggi dari konsumen," sambungnya.

Dikatakan Olivia, hasil riset menunjukkan 71 persen responden aktif menggunakan dompet digital untuk berbagai macam transaksi keuangan mereka.

Lanjutnya, penggunaan dompet digital mengungguli metode pembayaran lainnya seperti uang tunai (49 persen), transfer bank (24 persen), QRIS (21 persen), Paylater (18 persen), kartu debit (17 persen) dan VA transfer (16 persen).

Adapun hasil riset ini, kata Olivia, menunjukkan GoPay sebagai platform dompet digital yang secara konsisten paling banyak digunakan oleh konsumen, sejak lebih dari 5 tahun terakhir sampai saat ini.

"Kita lihat bahwa GoPay menempati posisi tertinggi pada kelima faktor pendorong di atas. Selanjutnya, dari pendapat dari para pengguna GoPay yang mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman yang baik dan menyenangkan (84 persen) selama menggunakan GoPay, berarti delivery atau pemenuhan kebutuhan ini dilakukansecara konsisten, terus-menerus," ucap dia.

Baca juga: Dompet Digital OVO Sabet Fintech Start-up of the Year

"Jadi tidaklah mengherankan jika tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen terhadap GoPay mengungguli pemain dompet digital lainnya," lanjutnya.

Terakhir, Olivia merincikan, sebagian besar pengguna dompet digital pernah menggunakan GoPay (71 persen) dan terus setia menggunakan sampai saat ini (58 persen).

Posisi kedua diduduki oleh OVO dengan 70 persen, responden pernah menggunakan, dan 53 persen menggunakan dalam tiga bulan terakhir.

Posisi terakhir dalam tiga besar ini diisi oleh Dana, dengan 61 persen, responden pernah menggunakan namun tidak termasuk dalam tiga besar kategori penggunaan dalam tiga bulan terakhir.

Serta ShopeePay yang digunakan oleh 51 persen responden dalam tiga bulan terakhir namun tidak masuk dalam tiga besar kategori pernah digunakan.

Sementara itu, survei yang digagas di Bulan Fintech Nasional ini melibatkan 1300 responden dan dilaksanakan di 7 kota besar di Indonesia meliputi Jabodetabek, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, Palembang dan Pekanbaru dari tanggal 19-30 September 2022.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas