Tribun Bisnis

Saham GoTo

Penjualan Saham IPO GOTO Usai Periode Lock Up Berakhir Disebut Terburuk Tahun Ini

Saham pesaing Grab Holdings Ltd telah kehilangan 65 persen sejak listing di New York menyusul merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Penjualan Saham IPO GOTO Usai Periode Lock Up Berakhir Disebut Terburuk Tahun Ini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas kebersihan bekerja dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. Saham perusahaan rintisan GOTO jatuh untuk sesi ke-10 berturut-turut, merugi sejak listing menjadi 61 persen. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penjualan saham penawaran umum perdana (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) usai periode lock up berakhir, menjadikannya yang berkinerja terburuk di antara 11 perusahaan teknologi dan internet yang mengumpulkan lebih dari 500 juta dolar AS dalam IPO.

Dilansir dari Bloomberg, saham perusahaan rintisan ini jatuh untuk sesi ke-10 berturut-turut, merugi sejak listing menjadi 61 persen.

Penurunan baru-baru ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa para investor seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan SoftBank Group Corp. akan menjual saham ketika periode lock-up berakhir.

Baca juga: Anjlok Hingga Level Terendah, Saham GOTO Masih Menarik Dibeli?

Sementara itu, beberapa perusahaan teknologi yang terdaftar selama 18 bulan terakhir, seperti Zomato Ltd di India dan SenseTime Group Inc di Hong Kong, mengalami penurunan saham setelah investor awal diizinkan untuk menjual saham setelah IPO mereka.

Listing teknologi besar lainnya baru-baru ini dari Asia Tenggara juga jatuh di tengah penurunan saham peer secara global.

Adapun, saham pesaing Grab Holdings Ltd telah kehilangan 65 persen sejak listing di New York menyusul merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus satu tahun lalu.

Kemudian, marketplace seperti PT Bukalapak.com juga mengalami penurunan saham sebesar 67 persen sejak debutnya di Jakarta pada Agustus 2021.

Seperti diketahui, perusahaan teknologi terbesar di Indonesia ini telah kehilangan kapitalisasi pasar sekitar 22 miliar dolar AS dari puncaknya yang dicapai pada Juni lalu.

IPO yang telah dilakukan perusahaan berhasil mengumpulkan 1,1 miliar dolar AS dan sahamnya pun melonjak 13 persen pada hari pertama perdagangan mereka pada April, mengikuti salah satu IPO terbesar di dunia pada tahun itu.

Jalan Panjang GoTo Menuju IPO

GoTo telah melakukan IPO pada April lalu dengan melepas 40.615.056.000 lembar saham.

Dengan mematok harga Rp 338 per lembar, maka perseroan berpotensi meraup dana mencapai Rp 13,73 triliun dalam aksi korporasi tersebut.

Hal ini menjadikannya IPO terbesar ketiga di Asia serta kelima di dunia sepanjang tahun 2022 ini.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas