Tribun Bisnis

Program Makmur yang Digulirkan Menteri BUMN Diminta Diperluas

Program Makmur yang digulirkan pada Agustus 2021 memberikan pengawasan dan pendampingan intensif kepada petani.

Penulis: Erik S
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Program Makmur yang Digulirkan Menteri BUMN Diminta Diperluas
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Petani penggarap sedang merontokkan gabah seusai panen di lahan tadah hujan yang berlokasi di kawasan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu (18/8/2021). WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Program Makmur yang digulirkan Menteri BUMn Erick Thohir diharapkan berkembang ke seluruh Indonesia. Program Makmur yang digulirkan pada Agustus 2021 ini memberikan pengawasan dan pendampingan intensif kepada petani.

Cakupannya meliputi pengelolaan budidaya tanaman, digital farming, hingga mekanisasi pertanian. 

Nicodemus Sitanggang, pegiat masyarakat tani menyebut program tersebut telah berhasil meningkatkan 36 persen produktivitas petani dan 46% pendapatan petani.

"Kami berharap program tersebut akan terus berkembang ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Nicodemus dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, program Makmur telah memberdayakan 43.079 petani di seluruh Indonesia.

Erick Thohir sendiri terus meluaskan cakupan Program Makmur yang tak hanya menyasar pada petani, namun juga kepada peternak dan nelayan.

"Pak Erick menginginkan petani memperoleh kesejahteraan melalui program makmur. Jangan lagi ada lahan lahan petani rakyat yang hilang. Keluarga mereka harus sejahtera," kata aktivis prodem Sumut ini.

Baca juga: Pakar Pertanian: Jerami Bisa Jadi Pengganti Pupuk Anorganik

Melalui program makmur pupuk, pemerintah memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteran tani agar produktivitas meningkat.

BUMN Pangan dan Pupuk bersinergi untuk mendukung swasembada pangan melalui ekosistim usaha pertanian.

Baca juga: Petani Siap-siap, Sensus Pertanian Mulai 1 Mei 2023

Program ini juga memberikan kemudahan akses permodalan, agro input seperti pupuk, benih, pestisida, kawalan tekonologi budidaya, jaminan offtaker, hingga asuransi bila terjadi gagal panen.
 

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas