Tribun Bisnis

Kedelai Impor 35.000 Ton Datang di Akhir Desember, Mendag Sebut Harga di Pasar Bakal Turun

Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan enyampaikan, kedelai impor dari Amerika Serikat sebesar 35.000 ton, diprediksikan bakal sampai Indonesia

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kedelai Impor 35.000 Ton Datang di Akhir Desember, Mendag Sebut Harga di Pasar Bakal Turun
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Perajin tempe kembali berproduksi setelah tiga hari mengikuti mogok produksi, di Kawasan Sentra Perajin Tahu dan Tempe Cibuntu, Jalan Aki Padma, Kota Bandung, Jawa Barat. Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan, kedelai impor dari Amerika Serikat sebesar 35.000 ton, diprediksikan bakal sampai Indonesia pada akhir Desember 2022 nanti. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan, kedelai impor dari Amerika Serikat sebesar 35.000 ton, diprediksikan bakal sampai Indonesia pada akhir Desember 2022 nanti.

Kata Zulkifli, permintaan impor itu sudah sejak dua minggu yang lalu. Dia juga mengaku nantinya harga kedelai sebesar Rp 11.000. Harga tersebur sudah termasuk subsidi yang diberikan pemerintah.

"Mungkin akan sampai ke sini (Indonesia) tuh Desember akhir. Di jual nanti kira-kira antara Rp 11.000. Termasuk subsidi yang Rp 1.000 itu, mudah-mudahan dengan itu harga akan turun. Tapi karena jauh dari Amerika sana, perlu waktu 45 hari," kata Zulkifli dikutip Jumat (9/12/2022).

Baca juga: APPSI Sambut Rencana Harga Kedelai Turun Bulan Desember: Kabar Baik Bagi Pedagang Tahu dan Tempe    

Zulkifli memaparkan, harga kedelai saat ini menyentuh harga Rp 13.000 sampai Rp 14.000. Dia memprediksikan, awal Januari 2023, harga kedelai bakal kembali normal.

"Jadi di perkirakan Desember akhir, paling lama Januari sudah normal harganya (Kedelai)," tuturnya.

Disisi lain, Zulkifli meminta perajin tahu dan tempe untuk tidak mogok kerja. Sebab menurutnya, hal itu bakal berdampak pada pendapatan penjualannya.

"Kalau mogok kan rugi sendiri, jangan dong. Nanti enggak laku, enggak dapat duit, enggak dapat cuan," jelasnya.

Mengutip Kompas.com, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menyebutkan kenaikan harga tempe dan tahu disebabkan oleh stok kedelai di dalam negeri yang semakin menipis, sedangkan realisasi impor kedelai juga melambat.

BPS mencatat produk pangan turunan kedelai dalam negeri mengalami kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir, yakni pada tempe yang sebesar Rp 12.421 per kilogram (kg) pada September 2022 menjadi Rp 12.682 per kg di Oktober 2022, serta Rp 12.949 per kg pada November 2022.

Baca juga: Gakoptindo Tunggu Aksi Pemerintah Turunkan Harga Kedelai Jadi Rp 10 Ribu per Kilogram Pada Desember

Untuk tahu, harganya meningkat dari sebesar Rp 11.330 per kg pada September 2022 menjadi Rp 11.438 per kg di Oktober 2022, serta Rp 11.680 per kg pada November 2022.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas