Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

WHO Desak China Perbarui Data Terkait Kasus Infeksi Covid-19 Secara Real Time

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (30/12/2022) melakukan pembicaraan dengan pejabat China, mendesak mereka untuk memperbarui

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in WHO Desak China Perbarui Data Terkait Kasus Infeksi Covid-19 Secara Real Time
Asia Financial
Penanganan pasien Covid di China. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, GENEVA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (30/12/2022) melakukan pembicaraan dengan pejabat China, mendesak mereka untuk memperbarui dan berbagi data Covid-19 secara real time.

Dilansir dari Channel News Asia, pembicaraan itu terjadi setelah direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Desember 2022 lalu meminta Pemerintah China untuk lebih terbuka mengenai situasi pandemi Covid-19 di negara tersebut.

"WHO kembali meminta kami untuk berbagi data spesifik dan real-time secara teratur tentang situasi epidemiologi, termasuk lebih banyak data pengurutan genetik, data tentang dampak penyakit termasuk rawat inap, rawat inap di unit perawatan intensif, dan kematian," kata Komisi Kesehatan Nasional China.

Baca juga: Breaking News Update Covid-19 per 31 Desember 2022: Kasus Baru Turun Lagi, Ada 488 Kasus

Komisi Kesehatan Nasional China menambahkan bahwa WHO juga meminta data terkait vaksinasi yang diberikan dan status vaksinasi, terutama pada orang yang rentan dan mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Seperti diketahui, China pada awal Desember 2022 telah mulai melonggarkan aturan ketatnya terkait kebijakan “nol-Covid”. Sejak saat itu pula, Beijing secara bertahap mengurangi tes Covid-19 kepada seluruh warganya hingga mulai menghapus aturan karantina wajib bagi para pelancong internasional.

Namun, pelonggaran itu justru berpotensi memicu lonjakan kasus infeksi mengingat kurangnya tes Covid-19 yang dilakukan terhadap penduduk China, terlebih varian Omicron lebih cepat menular.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas