Belajar Bertahan dari Jejamuran, Kisah Arif Tumbuh Bersama Usaha Jamur di Sleman
Bekerja sejak 2012 di Jejamuran, Arif merasa bukan cuma pekerjaan yang didapat. Ratidjo menjadi teladan semangat
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Bobby Wiratama
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Suasana di area budidaya Jejamuran siang itu cukup ramai. Beberapa pengunjung tampak masuk ke kumbung sambil memperhatikan deretan baglog jamur yang tersusun di rak-rak kayu.
Di depan rombongan pengunjung, Ahmad Arif Nugroho berdiri sambil menjelaskan jenis-jenis jamur yang dibudidayakan di tempat tersebut.
Sembari memegang pengeras suara, tangannya sering kali menunjuk bungkus warna putih yang memenuhi polybag media tanam.
“Itu namanya miselium. Kalau putihnya sudah rata biasanya pertumbuhannya bagus,” katanya.
Sudah sejak April 2012 Arif bekerja di Jejamuran. Awalnya ia datang seperti kebanyakan pencari kerja lain, berharap mendapat penghasilan tetap untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun setelah bertahun-tahun bekerja di sana, ia merasa bukan cuma pekerjaan yang didapat.
“Pak Ratidjo itu jadi contoh buat kami,” ujarnya saat berbincang dengan Tribunnews, Selasa (5/5/2026).
Yang dimaksud Arif adalah Ratidjo Harjo Suwarno, pendiri Jejamuran yang sampai sekarang masih rutin berada di area usaha. Padahal usianya sudah menginjak 82 tahun.
Menurut Arif, bosnya itu masih sering turun langsung menyambut tamu, mengecek restoran, sampai melihat kondisi budidaya jamur di belakang bangunan.
Baca juga: Jatuh Bangun Ratidjo Bangun Jejamuran, Prinsip Kapok Miskin Kini Miliki 2,5 Hektare Rumah Jamur
Bagi para pekerja, kebiasaan itu cukup membekas.
“Beliau masih ikut bekerja dan melayani tamu. Jadi kami juga merasa ikut punya tanggung jawab menjaga tempat ini,” katanya.
Arif mengaku banyak belajar dari cara Ratidjo menjalani hidup. Terutama soal ketekunan dan kebiasaan untuk terus bekerja selama masih mampu.
“Kalau buat beliau kayaknya tidak ada kata pensiun,” ujarnya sambil tersenyum.
Pelan-pelan, cara pandang itu ikut memengaruhi dirinya. Arif mulai terbiasa menjalani pekerjaan dengan lebih serius dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah.