Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat: Depo Plumpang Kebakaran, Gara-gara Petir atau Dibakar?

Penyebab kebakaran yang terjadi pada depo BBM milik PT Pertamina di Plump, Jakarta Utara, masih menyisakan pertanyaan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pengamat: Depo Plumpang Kebakaran, Gara-gara Petir atau Dibakar?
Mabes Polri
Foto udara usai kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara pada Jumat (3/3/2023) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penyebab kebakaran yang terjadi pada depo BBM milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Jakarta Utara, masih menyisakan pertanyaan.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan, penyebab dari kebakaran itu secara disengaja atau tidak, juga harus jelas.

"Perlu dipertanyakan, apakah petir atau dibakar? Masa petir terus dikambinghitamkan," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (5/3/2023).

Baca juga: Pertamina Belum Nyatakan Status Depo Plumpang Clear Area, Tim Puslabfor Polri Belum Bisa Olah TKP

Kendati demikian, Fahmy menilai perseroan bisa segera membentuk tim investigasi terhadap insiden kebakaran depo Plumpang yang berkontribusi terhadap 20 persen cadangan BBM nasional.

"Sekarang momentum bagus untuk melakukan penyelidikan, Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, Komut Pertamina) bisa bentuk tim independen libatkan ahli perminyakan dan lainnnya untuk mencari (penyebab). Sebagai pembanding dari apa temuan polisi dan tim independen, tujuannya satu, agar tidak terulang kembali," katanya.

Dia menambahkan, tidak ada yang diuntungkan akibat kebakaran depo BBM di Plumpang ini, kecuali hanya dari sisi politis.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selain masyarakat, Pertamina rugi pasti besar dan kalau dipolitisasi, kita tunggu beberapa anggota DPR ngomong, nggak bisa dihindarkan. Kalau yang diuntungkan secara umum mestinya tidak ada, merugikan bangsa ini juga," pungkas Fahmy.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas