Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menkop Teten Masduki: Pengembangan Koperasi dan UMKM Harus Lebih Adaptif

Sejauh ini pemerintah terus merilis kebijakan pendanaan yang mudah dan murah bagi UMKM.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menkop Teten Masduki: Pengembangan Koperasi dan UMKM Harus Lebih Adaptif
Tribunnews/Endrapta Pramudhiaz
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, pengembangan koperasi dan UKM di Indonesia harus berkonsep adaptif, kontributif, dan berkelanjutan. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, pengembangan koperasi dan UKM di Indonesia harus berkonsep adaptif, kontributif, dan berkelanjutan.

Hal itu merespons pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19 dan tantangan global berupa perlambatan ekonomi dunia.

"Kita patut bersyukur, ekonomi kuartal pertama Indonesia masih bisa tumbuh sebesar 5,03 persen YoY (Year on Year)," kata Teten di Jakarta, dikutip Kamis (11/5/2023).

Baca juga: Dorong Ekonomi Warga, Relawan Sandi Uno Tanam Mangrove Hingga Bagikan Hammock untuk UMKM di Sebalang

"Inflasi juga masih tetap terkendali di angka 4,33 persen YoY sebagaimana dirilis BPS pada Mei 2023,” sambungnya.

Teten mengatakan, dalam tahun pemulihan ekonomi ini, diperlukan rencana dan arah kebijakan pengembangan koperasi dan UMKM (KUMKM) yang lebih adaptif, kontributif, dan berkelanjutan.

Ia mencontohkan terkait pendanaan UMKM, saat ini masih terjadi kesenjangan finansial.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan survei Bank Indonesia pada 2020, ada kesenjangan finansial (financial gap) yang masih sangat besar, di mana sebanyak 69,5 persen pelaku UMKM belum mendapatkan akses kredit perbankan.

Sementara potensi permintaan kredit mencapai Rp1.605 triliun.

"Inilah yang harus dipenuhi oleh skema investasi dan pembiayaan yang mudah," kata Teten.

Ia menyebut, sejauh ini pemerintah terus merilis kebijakan pendanaan yang mudah dan murah bagi UMKM.

"Kebijakan tersebut seperti alokasi kredit perbankan untuk UMKM yang ditingkatkan dari 20 menjadi 30 persen pada 2024," kata Teten.

Kemudian, peningkatan alokasi KUR. Tahun ini mencapai Rp450 triliun, lebih tinggi dibanding pada 2022 sebesar Rp365 triliun.

Ada juga program KUR Kluster dan pembiayaan koperasi melalui LPDB KUMKM dengan tingkat suku bunga rendah.

Ada pula insentif bagi usaha besar yang memberikan bantuan pemodalan bagi UMKM.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas