APPBI Minta Pusat Perbelanjaan Berinovasi dan Adaptif Agar Tak Ditinggal Pengunjung
Kehadiran The New Sarinah dengan wajah baru tentu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Penulis:
Bambang Ismoyo
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja meminta para pengelola mal untuk dapat berinovasi dan adaptif mengikuti gaya hidup masyarakat.
Jika hal tersebut tak dilakukan, maka mal-mal bakal semakin ditinggalkan oleh masyarakat.
Salah satu mal yang sukses mereformasi konsep adalah Sarinah. Awalnya, Sarinah hanya fokus menjadi tempat berbelanja masyarakat.
Baca juga: Pusat Perbelanjaan dan Pasar Tradisional Mulai Terjadi Kiamat Pengunjung
Namun kini Sarinah telah mengusung konsep baru, dan sukses meningkatkan jumlah kunjungan.
"Contoh pusat belanja yang sukses mereformasi adalah Sarinah. Sekarang Sarinah terkenal bukan hanya sebagai pusat belanja, tapi sebagai tempat interaksi sosial, ada live musik," papar Alphonzus saat ditemui di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senin malam (7/8/2023).
Diketahui, kehadiran The New Sarinah dengan wajah baru tentu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Mengusung tema “community mall”, The New Sarinah diharapkan menjadi tempat anak muda, komunitas, dan para pelaku industri kreatif untuk berkumpul bersama.
Banyak perubahan yang ditemukan pasca renovasi Sarinah, salah satunya adalah fasilitas ruangan atau area yang bisa dimanfaatkan banyak orang.
Mulai dari area food and beverage (F&B), digital bisnis area (e-commerce), ruang budaya, dan beberapa bagian yang digunakan sebagai area perkantoran.
Di sisi lain, salah satu wajah baru Sarinah yang paling menarik perhatian adalah tangga amphitheater berwarna cokelat dan abu-abu.
Memiliki tampilan modern yang estetik, tidak heran banyak pengunjung menghabiskan waktu untuk duduk santai sambil mengambil foto dengan latar belakang bangunan Sarinah yang megah.
Kemudian, pengunjung dapat menuju area skydeck yang berada di lantai 3.
Meskipun memiliki banyak desain modern, namun Sarinah tetap menyimpan dan mempertahankan nilai sejarah dari gedung tersebut.
Mulai dari relief peninggalan era Presiden Soekarno yang telah berusia lebih dari 50 tahun, kolam pantul, hingga eskalator pertama di Indonesia.
Baca tanpa iklan