Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Mendag Zulkifli Hasan Tolak Permintaan Pedagang Tanah Abang Minta E-Commerce Ditutup

Pedagang Tanah Abang mengaku rugi lantaran kehadiran penjualan online menawarkan harga jauh lebih murah.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mendag Zulkifli Hasan Tolak Permintaan Pedagang Tanah Abang Minta E-Commerce Ditutup
Endrapta Pramudhiaz
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ketika ditemui di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menolak permintaan pedagang Tanah Abang yang meminta e-commerce ditutup.

Menurut dia, digitalisasi merupakan suatu keniscayaan. Jadi, menurutnya, pedagang Tanah Abang yang seharusnya mulai belajar berjualan online.

"Ya itu keniscayaan. Justru pedagang yang harus belajar online," kata Zulhas, sapaan akrabnya, ketika ditemui di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023).

Baca juga: Yama Carlos Merugi Usai TikTok Shop Ditutup, Kini Kebingungan

Adapun permintaan pedagang Tanah Abang ini belakangan viral dalam video yang beredar di internet.

Permintaan ini dilayangkan usai pemerintah resmi melarang adanya transaksi di social commerce seperti TikTok, yang akhirnya membuat media sosial asal China tersebut menutup layanan TikTok Shop.

Dalam video yang dilihat Tribunnews.com, Senin (9/10/2023), tampak poster dipasang di selasar pasar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tolong Hapuskan TikTok Shop dan Lazada, Tolong Kami Pak!," tulis pengumuman tersebut.

Pedagang mengaku rugi lantaran kehadiran penjualan online menawarkan harga jauh lebih murah.

Karena itu, pedagang menginginkan masa kejayaan itu ada lagi, dimana masyarakat berbondong-bondong belanja ke pasar Tanah Abang.

Video tersebut pun mendapatkan tanggapan beragam dari netizen.

Kebanyakan netizen tidak setuju jika e-commerce ditutup, karena pedaganglah yang harus beradaptasi.

Cara penjualan harus berubah seiring perkembangan teknologi.

Data We Are Social menunjukkan 178,9 juta orang Indonesia telah berbelanja online selama tahun 2022.

Perubahan pola belanja yang dialami masyarakat Indonesia kini menjadi peluang besar bagi pebisnis lokal seperti UMKM untuk turut bertransformasi digital dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas