Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kemenparekraf: Acara Buka Puasa Bersama Bisa Topang Sektor Perhotelan Saat Ramadan

Kemenparekraf menekankan pentingnya sektor perhotelan beradaptasi di tengah peluang memasuki bulan Ramadan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kemenparekraf: Acara Buka Puasa Bersama Bisa Topang Sektor Perhotelan Saat Ramadan
Wartakota/Feri Setiawan
Ilustrasi menu berbuka puasa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menekankan pentingnya sektor perhotelan beradaptasi di tengah peluang memasuki bulan Ramadan.

Di antaranya dengan menjadi fasilitator untuk acara buka puasa atau iftar.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf Nia Niscaya menerangkan, berkaca pada bulan puasa tahun kemarin, tingkat keterisian hotel biasanya menurun di Jakarta.

Untuk itu, sektor perhotelan harus bisa beradaptasi dengan menyiapkan promo-promo khusus.

Nia mencontohkan, masyarakat Indonesia biasanya kerap mengadakan buka puasa bersama dengan kerabat.

Aktivitas ini, bisa menjadi salah satu bentuk adaptasi sektor perhotelan, yakni dengan mengadakan acara iftar bersama.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini juga menjadi suatu peluang yang bisa ditawarkan oleh sektor perhotelan," ujar Nia saat the weekly brief di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin (4/3/2024).

Nia menambahkan, hotel memiliki kapasitas yang memadai untuk menyelenggarakan acara iftar bersana, sahur bersama, atau sholat tarawih bersama.

Selain itu, untuk menarik tingkat keterisian hotel, pihak perhotelan juga dapat memberikan diskon khusus.

"Jadi fleksibilitas dari harga kamar dan tentunya promosi serta bisa menyasar segmen-segmen khusus," terang Nia.

Nia mengutip data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), yang memperkirakan okupansi saat libur lebaran akan tinggi.

Namun kondisi berbeda ketika saat bulan Ramadhan. Biasanya tingkat keterisian hunian kamar hotel menurun, terutama di Jakarta.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan pemudik lebaran pada tahun 2024 mencapai 70 persen, dibandingkan lebaran tahun sebelumnya yang hanya 50 persen.

Lonjakan tersebut yang nantinya diprediksi akan menimbulkan kemacetan parah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas