Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Bisnis

Kemenperin Siapkan Enam Program Hilirisasi Produk Pangan dengan Bahan Baku Lokal

Terdapat fasilitasi bimbingan teknis produksi, diversifikasi produk dan keamanan pangan bagi IKM pangan berbasis bahan baku lokal.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Kemenperin Siapkan Enam Program Hilirisasi Produk Pangan dengan Bahan Baku Lokal
tribunnews.com
Kementerian Perindustrian. Kementerian Perindustrian mendorong hilirisasi berbagai produk pangan dalam negeri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendorong hilirisasi berbagai produk pangan dalam negeri. Bukan cuma dari sisi industri besar, namun Industri Kecil dan Menengah (IKM) juga dipacu untuk menggunakan bahan baku pangan lokal.

Potensi bahan baku pangan lokal yang tersedia di Indonesia dan masih berpeluang untuk dikembangkan adalah Ganyong, Hotong, Kentang, Sagu, Porang, Iles-iles, Labu Kuning, Sorgum, Talas, Ubi Jalar, Hanjell, Jagung, Pisang, Sukun hingga Ubi Kayu.

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Yedi Sabaryadi, menyebut ada enam program yang telah disiapkan Kemenperin.

Baca juga: Potensi IKM Pangan Besar, Diversifikasi Bahan Baku Lokal Diperlukan

"Pertama, akselerasi bisnis bagi IKM pangan berbasis bahan pangan lokal melalui Indonesia Food Innovation (IFI) Kategori Intermediate. Di sini ada pendampingan teknis dan bisnis dari tenaga ahli, pengembangan jaringan (bahan baku, pasar dan sertifikasi sistem keamanan pangan," tutur Yedi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (14/6/2024).

Kedua, peningkatan nilai tambah komoditas bahan pangan lokal pada sentra penghasil. Di program ini, terdapat fasilitasi bimbingan teknis produksi, diversifikasi produk dan keamanan pangan bagi IKM pangan berbasis bahan baku lokal.

Ketiga, peningkatan sistem keamanan pangan melalui sertifikasi HACCP dalam rangka meningkatkan daya saing. Keempat, peningkatan nilai tambah komoditas pangan pada sentra penghasil, termasuk revitalisasi sentra melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pendampingan sistem keamanan pangan dan pasar.

BERITA REKOMENDASI

Kelima, promosi dalam rangka peningkatan pasar melalui pameran, seperti Hotel Makanan Indonesia 2023, SIAL Interfood 2022 dan Pameran Dagang Indonesia 2022.

"Terakhir, peningkatan akses pasar melalui kemitraan, diantaranya kemitraan IKM Pangan Binaan dengan Hotel, Resto dan Cafe (Horeca)," jelas Yedi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas