Ada Proses Merger, Assesment Center Dukung Transformasi Digital di AP Indonesia
Setiap angkatan terdiri dari 70-80 peserta dengan menggunakan 4 tools utama yaitu In-Tray, Case Analysis, CA Inquiry, LGD dan BEQ.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Transformasi digital saat ini terus bergulir di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) di berbagai lininya.
Di BUMN Angkasa Pura Indonesia (API), transformasi tersebut antara lain berjalan di proses assesmen karyawan yang terjadi secara masif menggunakan Platform Virtual & Integrated Assessment Center, Vania.
Proses ini dilaksanakan pada 23 April hingga 13 Mei 2024 di kantor API di kompleks Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Banten, dengan dukungan perusahaan HR tech Talentlytica.
Proses asesmen ini dilaksanakan dalam rangka merger antara Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, yang membutuhkan restrukturisasi organisasi untuk memastikan penempatan SDM yang tepat dalam struktur organisasi baru.
Baca juga: Dukung Transformasi Digital, Pegadaian Hadir di Tech In Asia Product Development Conference 2024
Proses asesmen kompetensi menggunakan Vania menjadi langkah strategis untuk memastikan keberhasilan ini.
Proses tes asesmen digital dan assessment center ini melibatkan total 100 asesor yang bekerja secara online untuk melakukan asesmen kepada 919 peserta dalam 13 angkatan.
Setiap angkatan terdiri dari 70-80 peserta dengan menggunakan 4 tools utama yaitu In-Tray, Case Analysis, CA Inquiry, LGD dan Behavioral Event Questionnaire (BEQ).
Proses asesmen ini dilakukan secara hybrid, dengan peserta melakukan tes secara offline di lokasi dan asesor bekerja secara online. Talentlytica dengan Vania dapat menyelesaikan keseluruhan proses hingga mempresentasikan hasil laporan batch terakhir dalam jangka waktu 23 hari kerja.
Rama Tri Andika, Talent Acquisition & Classification Senior Officer PT Angkasa Pura II mengatakan, pihaknya mengaku puas menggunakan platform ini.
"Secara keseluruhan, sangat memuaskan. Mulai dari awal penggunaan hingga akhir, platform ini sangat mudah digunakan, benar-benar user-friendly. Dari sisi user interface dan user experience, semuanya terasa optimal,” ujar Rama.
Platform ini memungkinkan pelaksanaan berbagai macam simulasi seperti in-tray, studi kasus, presentasi, roleplay, LGD, dan online interview di dalam satu platform untuk mengukur Core Competency, Soft Competency, hingga Digital Competency.
Teknologi terintegrasinya mampu memberikan laporan asesmen yang akurat dan rinci, mendukung pengambilan keputusan manajemen yang lebih akurat berbasis data.