Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Saat Gas Melon Bikin Melow, Emak-emak Menjerit, Rela dari Subuh Berburu, Sudah Setor KTP Tapi . . .

Gas melon langka, emak-emak melow dan menjerit.  Bahan utama agar dapur tetap ngepul ini seolah lenyap. Gas ini pun diburu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Anita K Wardhani
zoom-in Saat Gas Melon Bikin Melow, Emak-emak Menjerit, Rela dari Subuh Berburu, Sudah Setor KTP Tapi . . .
SURYA/PURWANTO
GAS ELPIJI LANGKA - Gas melon langka, emak-emak melow dan menjerit.  Bahan utama agar dapur tetap ngepul ini seolah lenyap. Gas ini pun diburu. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL - Aturan baru tata niaga liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji subsidi tabung 3 kg ramai diperbincangkan. 

Masyarakat merasa kesulitan mendapatkan gas melon ini. 

Baca juga: Polemik LPG 3kg Langka, Waka MPR: Pengecer Tetap Diperlukan Tapi Harus Didata

Emak-emak yang paling merasakan aturan baru distribusi gas elpiji 3 kg ini.

Bahan utama agar dapur tetap ngepul ini seolah lenyap. 

Gas melon langka, emak-emak menjerit. karena gas elpiji 3 kg mendadak langka.

Pemerintah melalui penyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,  Bahlil pun membantah terjadi kelangkaan elpiji 3 kg. 


Menurut Bahlil, pemerintah sedang memperbaiki tata kelola penyediaan elpiji 3 Kg untuk mencegah adanya oknum pengecer yang menaikkan harga elpiji 3 Kg. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Oh gini, kalau dibilang LPG langka, enggak. LPG itu tetap semua ada, tapi sekarang lagi ditata kelolanya diatur, agar tidak boleh ada oknum yang menaikkan harga LPG 3 kg," ucap Bahlil saat ditemui di Bogor, Sabtu, dilansir Kompas.com.

Namun faktanya masyarakat memang susah mendapatkan gas LPG ini.


"Gas melon bikin melow ini. Was-was saya, kalau gak bisa masak. Saya masih harus masak untuk anak-anak masih perlu dapur ngepul. Gimana mau ngepul kala gas nya habis," kata Liana, warga Serua Ciputat Tangerang Selatan.


Ia mengatakan sudah mendatangi warung-warung yang biasa menjual gas elpiji, namun tetap saja, gas 3 kg habis.

Pedagang eceran hanya akan mengupayakan akan mencari pasokan ke pangkalan elpiji. 

Nasib serupa juga dirasakan Erma, pemilik lapak UMKM jajanan ini bahkan sampai harus menghentikan usahanya sementara karena gas elpijinya habis. 

"Gas nya habis, stop produksi siomay sama cilok dulu. Sudah 3 hari cari gas susah," tuturnya. 

Erma bahkan rela antre dari subuh saat mendapat informasi jika ada pangkalan yang buka sejak pagi. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas