Indonesia-Turki Sepakat Perkuat Kerjasama Industri Pesawat Nirawak
Indonesia dan Turki sepakat menjalin kerja sama pertahanan melalui dua perjanjian Joint Venture Agreement (JVA) pengembangan industri pesawat nirawak.
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dan Turki sepakat menjalin kerja sama strategis pertahanan dengan ditandatanganinya dua perjanjian Joint Venture Agreement (JVA) pengembangan industri pesawat nirawak (UAV) antara dua perusahaan teknologi pertahanan terkemuka Turki dengan satu perusahaan industri pertahanan RI.
Dua perusahaan industri pertahanan Turki tersebut adalah Baykar Makina dan Roketsan Roket
Sanayii ve Ticaret A.S (Roketsan), sementara mitranya dari Indonesia adalah PT Republik Korpora Indonesia (Republikorp) yang merupakan holding industri pertahanan swasta nasional.
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan yang saat ini sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.
Kerjasama ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat industri pertahanan melalui manufaktur lokal dan alih teknologi.
Prabowo berterima kasih telah membantu meningkatkan hubungan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Turki.
Indonesia telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan pertahanan besar dari Turki, antara lain Roketsan, Aselsan, Havelsan dan Baykar.
“Kita ingin serius untuk ikut serta dalam program-program yang sedang dilaksanakan bersama Turki,” ujar Prabowo dalam keterangannya pada Rabu (12/2/2025).
Kemitraan ini didukung oleh Kementerian Pertahanan Indonesia dan Turkish Defence Industries.
Acara penandatanganan JVA dihadiri Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Secretary of Turkish Defence Industries Turki, Haluk Görgün, sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kemandirian pertahanan nasional dan hubungan bilateral Indonesia-Turki.
Baca juga: Disaksikan Prabowo dan Erdogan, Mentan Amran-Mentan Turki MoU Tingkatkan Ekspor Komoditas Pertanian
Penguatan industri pertahanan nasional melalui dua kerja sama strategis tersebut meliputi:
1. Lokalisasi produksi UAV canggih. Perjanjian pertama ini ditandatangani antara Baykar Makina, pemimpin global dalam teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Republikorp.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan
UAV di Indonesia.
Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
Baykar Makina yang dipimpin oleh CEO Haluk Bayraktar akan berkontribusi dengan keahlian manufaktur, transfer teknologi dan pelatihan.
Baca juga: Erdogan: Turki Berkomitmen Ikut Serta dalam Pembangunan Proyek IKN Nusantara
Baca tanpa iklan