Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Percepat Transisi Energi, Pembangkit Listrik Berbasis EBT Dikembangkan Mencapai 2,4 GWh

Pengembangan EBT merupakan sebuah keharusan sebagai bentuk komitmen kami dalam melaksanakan transisi energi untuk membantu Pemerintah mencapai NZE.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Percepat Transisi Energi, Pembangkit Listrik Berbasis EBT Dikembangkan Mencapai 2,4 GWh
Dokumentasi PLN
TRANSISI ENERGI-Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui dua mega proyek yaitu Hijaunesia dan Hydronesia merencanakan dapat menambah kapasitas listrik berbasis EBT sebesar 2,4 GWh secara bertahap hingga tahun 2035, Selasa (18/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) digenjot untuk mengakselerasi transisi energi di Indonesia

PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui dua mega proyek yaitu Hijaunesia dan Hydronesia merencanakan dapat menambah kapasitas listrik berbasis EBT sebesar 2,4 GWh secara bertahap hingga tahun 2035.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, total kapasitas pembangkit yang dimiliki perseroan saat ini mencapai 21.5 GW, kapasitas pembangkit akan terus bertambah seiring dengan pembanguan pembangkit listrik berbasis EBT.

Baca juga: Komitmen Net Zero Emission 2060, Pertamina Terus Kembangkan EBT dan Bioenergi

"Pengembangan EBT merupakan sebuah keharusan sebagai bentuk komitmen kami dalam melaksanakan transisi energi untuk membantu Pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission pada 2060," kata Edwin dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).

Edwin menjelaskan, PLN IP memiliki dua proyek andalan pengembangan EBT, yaitu Hijaunesia Project dengan total kapasitas 1.055 MW yang terdiri dari 12 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 1 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). 

"PLN Indonesia Power akan mengembangkan pembangkit listrik EBT dengan kapasitas hingga 2,4 GWh hingga 2035, project ini didominasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya," tutur Edwin.

PLN IP juga mempunyai program pengembangan EBT Hydronesia Project dengan total kapasitas 1.345 MW, pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ini direncanakan akan rampung secara bertahap di tahun 2035. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Hijaunesia Project dan Hydronesia Project tidak hanya pengembangan EBT semata, tetapi juga sebagai implementasi Sub Holding PLN Indonesia Power dalam aspek environmental, social and governance (ESG)," kata Edwin.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Bernadus Sudarmanta mengatakan selain terus menjalankan Hijaunesia dan Hydronesia, PLN Indonesia Power juga tengah menggaet investor untuk menjalankan proyek tersebut, hal ini juga dilakukan dalam Mandiri Investment Forum (MIF) 2025.

"Melalui forum ini, PLN Indonesia Power terus berupaya untuk menggaet investor global untuk mengakselerasi EBT di Indonesia," tutur Bernadus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas