Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Instruksi Prabowo: Rampingkan Struktur Komisaris di BUMN Perbankan

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi menyederhanakan struktur komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Instruksi Prabowo: Rampingkan Struktur Komisaris di BUMN Perbankan
Foto Sekretariat Presiden
RAMPINGKAN KOMISARIS BUMN - Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025). Prabowo memberikan instruksi menyederhanakan struktur komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi menyederhanakan struktur komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan.

Prabowo ingin struktur komisaris di BUMN perbankan ramping dan berisi para profesional.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/3/2025).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola BUMN sekaligus meningkatkan respons positif dari pasar.

"Itu memang arahan Bapak Presiden bahwa jumlah daripada komisarisnya itu dibuat lebih ringkas dan diisi oleh profesional," ungkap Airlangga dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa struktur baru tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bank.

Selain itu, komposisi komisaris tetap mencakup perwakilan dari kementerian teknis terkait.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau misalnya ada yang mewakili kementerian, ada yang mewakili dari keuangan, ada yang mewakili juga misalnya kalau untuk BRI unsur kementerian teknis UMKM," jelasnya.

Selain penyederhanaan struktur komisaris BUMN, rapat tersebut juga membahas nilai tukar rupiah yang turut menjadi perhatian.

Airlangga menegaskan, meskipun terjadi fluktuasi, kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap stabil.

"Ya rupiah kan seperti biasa kan berfluktuasi. Tetapi tentu kita lihat secara fundamental kuat," katanya.

Ia menjelaskan, ekspor yang solid, cadangan devisa yang kuat, serta neraca perdagangan yang positif menjadi faktor utama yang menopang perekonomian nasional.

Baca juga: Tiga Wakil Menteri Diangkat Jadi Komisaris di Bank BUMN, IlDES Bilang Melanggar Konstitusi

Selain itu, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang telah diterapkan turut memperkuat ketahanan nilai tukar.

"Kita punya ekspor juga bagus, kita punya cadangan devisa juga kuat, rancah perdagangan bagus. Jadi dengan demikian fundamental kita bagus."

"Plus kita kan sudah melaksanakan yang namanya devisa hasil ekspor. Jadi kita tidak ter-corner ke depan," paparnya.

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas