Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

KUR BRI Letupan Nafas Panjang bagi UMKM Gitar Ngrombo

Layanan KUR BRI membantu permodalan dan pengembangan usaha UMKM seperti pengrajin gitar di Desa Ngrombo, klaster desa wisata gitar tetap eksis

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in KUR BRI Letupan Nafas Panjang bagi UMKM Gitar Ngrombo
Tribunnews.com/Chrysnha
BAKAL GITAR - Ketua Paguyuban Klaster Gitar Amanah, Sumardi menunjukkan bakal gitar di rumahnya, Desa Ngrombo, Baki, Sukoharjo. Layanan KUR BRI membantu permodalan dan pengembangan usaha UMKM seperti pengrajin gitar di Desa Ngrombo, klaster desa wisata gitar tetap eksis 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Angin pagi itu bertiup lembut, membawa aroma khas kayu yang tengah dipahat sebagai bahan bakal gitar.

Suara ketukan palu dan gesekan amplas berpadu dalam simfoni kerja keras, menciptakan melodi perjuangan yang telah menggema sejak dekade 1960-an.

Adalah Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, desa yang bukan sekadar desa biasa.

Ini adalah tanah kelahiran ribuan gitar, saksi bisu ketekunan para pengrajin yang terus bertahan di tengah badai perubahan zaman.

Di antara deretan rumah produksi yang berjejer rapi, nama Sumardi menjulang sebagai sosok yang dihormati.

Seorang pria sederhana, berbalut semangat baja, yang telah mengabdikan dirinya pada seni pembuatan gitar sejak 1992.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, seperti nada-nada yang naik turun dalam komposisi musik, perjalanan Sumardi tidak selalu mulus.

Rintangan demi rintangan harus ia hadapi, dari sulitnya mendapatkan modal hingga ketatnya persaingan di era digital. Apiknya, ia tak pernah menyerah.

Menurut dia, setiap gitar yang lahir dari tangannya adalah bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah masih bersemi di tanah Ngrombo.

Dua puluh tahun lalu, dunia usaha tidak semudah sekarang. Akses permodalan menjadi batu sandungan besar bagi para pengrajin seperti Sumardi.

Baca juga: Di Balik Bunyi Gitar Ngrombo: Ekosistem Mikro yang Saling Bergantung

Saat itu, mengajukan pinjaman adalah mimpi yang sulit tergapai. Persyaratan ketat membuatnya harus ‘menumpang nama’ pengrajin lain demi bisa memperoleh modal.

Bagi para pengrajin, modal bukan sekadar uang, tetapi juga harapan.

Tanpa modal, mustahil bagi mereka untuk membeli bahan baku yang berkualitas, menggaji pekerja, dan menjaga kesinambungan produksi.

Sumardi mengenang masa-masa sulit itu dengan mata menerawang.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas