Percepat Transisi Energi, Pembangkit Listrik Berbasis EBT Dikembangkan di Bali
PLTS Terapung Muara Nusa Dua memanfaatkan permukaan waduk seluas 1.000 m² dan berpotensi dikembangkan hingga 80 persen dari total permukaan waduk.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah daerah dididorong untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. Satu di antaranya adalah PLTS Terapung di Waduk Muara Nusa Dua, Bali, berkapasitas 100 kilowatt peak (kWp).
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra, menyampaikan, pengembangan PLTS di Bali merupakan langkah dalam mendukung arah kebijakan daerah dan nasional terkait transisi energi.
“Pengembangan pembangkit listrik berbasis EBT ini mendukung kebijakan Pemerintah Daerah seperti Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih, karena secara umum Indonesia kaya akan potensi tenaga surya yaitu mencapai 3.295 Gigawatt (GW)," ujar Edwin dikutip Rabu (21/5/2025)..
Senior Manager PLN IP Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali I Made Harta Yasa menegaskan, PLTS Terapung Muara Nusa Dua, PLTS Nusa Penida dan PLTS Atap di berbagai unit kerja PLN merupakan bagian dari kontribusi korporasi terhadap dekarbonisasi sistem kelistrikan nasional dan pemenuhan kebutuhan energi bersih di Bali.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan EBT sebagai bagian dari masa depan energi yang berkelanjutan,” ujar I Made Harta Yasa.
PLTS Muara Nusa Dua ini kerjakan hanya dalam waktu 1 bulan 2 minggu dan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 49,6 persen.
Baca juga: PLTS Terapung Saguling Dapat Pembiayaan, Produksi Listrik Tenaga Surya di RI Bakal Naik 13 Persen
Potensi pengembangan ke depan masih terbuka luas, karena area waduk memungkinkan pemanfaatan hingga 80 persen dari total permukaan air untuk pembangkit surya.
Baca tanpa iklan