Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Perang Dagang AS Vs Uni Eropa Makan Korban: Saham Wall Street Anjlok, Indeks Dolar Terjun Bebas

Perang dagang global memanas usai Presiden Trump mengancam tarif 50 persen pada semua barang yang dikirim dari Uni Eropa berlaku per per 1 Juni 2025

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perang Dagang AS Vs Uni Eropa Makan Korban: Saham Wall Street Anjlok, Indeks Dolar Terjun Bebas
Pexels
PERANG DAGANG - Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan China dengan uang dolar di atasnya, diambil dari Pexels pada 11 April 2025. Perang dagang global memanas usai Presiden Trump mengancam tarif 50 persen pada semua barang yang dikirim dari Uni Eropa berlaku per per 1 Juni 2025, imbasnya saham wall street anjlok, indeks dolar terjun bebas 

Dimana Nikkei 225 di Tokyo naik 0,5 persen, sedangkan indeks Shanghai turun 0,9 persen.

Sementara Pasar saham Eropa juga langsung bereaksi negatif. Indeks CAC 40 Prancis turun tajam 1,7 persen. 

Dolar Terjun Bebas

Selain menekan pasar saham, ancaman tarif dagang Presiden Trump juga memicu pelemahan nilai tukar dolar AS.

Investor khawatir eskalasi perang dagang dengan Uni Eropa akan memperburuk sentimen ekonomi dan menekan prospek pertumbuhan AS hingga indeks dolar bergerak turun pada perdagangan Jumat (24/5/2025).

Dalam perdagangan Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,8 persen menjadi 99,09, menyentuh level terendah tiga minggu.

SementaradDalam sepekan, indeks ini telah turun 1,9 persen, menandai penurunan mingguan terbesar sejak awal April. Dolar merosot turun lebih dari 1,8 persen untuk minggu ini setelah mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan sebelumnya.

Analis pasar menilai pelemahan dolar ini mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik dagang antara AS dan Uni Eropa bisa menghambat pertumbuhan ekonomi, memperburuk sentimen pasar, dan memicu perlambatan investasi global.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perang dagang yang berlangsung membuat negara-negara mulai mengevaluasi kembali ketergantungan mereka pada Amerika Serikat," ujar Elias Haddad, ahli strategi pasar senior di Brown Brothers Harriman di London,dikutip dari Reuters. 

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas