Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Digitalisasi Sistem Distribusi Listrik Tingkatkan Efisiensi dan Cegah Risiko Downtime

Kebutuhan daya listrik yang semakin meningkat mendorong perusahaan penyedia energi listrik membangun dan memperluas infrastruktur grid baru.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
zoom-in Digitalisasi Sistem Distribusi Listrik Tingkatkan Efisiensi dan Cegah Risiko Downtime
HO
DIGITAL GRID - Talkshow "MCSeT Global Launch – Digitally Intelligent, Reliably Robust," yang diselenggarakan Schneider Indonesia, Selasa, 27 Mei 2025. Implementasi smart grid system dalam pengelolaan distribusi listrik semakin dibutuhkan agar semakin efisien serta mencegah risiko downtime. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebutuhan daya listrik yang semakin meningkat mendorong perusahaan penyedia energi listrik membangun dan memperluas infrastruktur grid baru.

Lonjakan permintaan daya tersebut datang dari berbagai sektor industri seperti data center, jaringan telekomunikasi 5G dan lain-lain.

Namun semakin kompleksnya jaringan saluran listrik yang menghubungkan pembangkit dengan jaringan transmisi dan gardu induk hingga ke pengguna akhir membutuhkan manajemen sistem yang lebih andal dan efisien.

Baca juga: Daftar Biaya Tambah Daya Listrik PLN yang Kena Diskon 50 Persen, Ini Besaran Per Watt

Tujuannya agar perusahaan bisa memantau setiap potensi gangguan secara real time (seketika) sekaligus mencegah potensi hilangnya daya (loss).

Pemerintah Indonesia menargetkan penambahan jaringan transmisi listrik sepanjang 48.000 km untuk mendukung peningkatan kapasitas pembangkit listrik sebesar 71 GW hingga 2034.

"Kementerian ESDM dan PLN sudah meresmikan roadmap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan di dalamnya tercantum perkembangan kebutuhan beban listrik dari industri digital seperti dari data center, jaringan 5G, cloud computing, sektor industri dan transformasi digital sektor industri secara umum," ungkap EVP Perencanaan Strategis Distribusi PT PLN (Persero) Ignatius Rendroyoko.

Rendryoyoko mengatakan, sektor-sektor industri tersebut membutuhkan pasokan daya yang makin besar dan masif.

Rekomendasi Untuk Anda

"PLN sebagai BUMN harus mampu menyediakan pasokan energi listrik yang cukup dan kemampuan distribusinya yang reliable, adaptif, modern dan low cost agar harga listrik tetap terjangkau," ungkap Rendroyoko di acara talkshow "MCSeT Global Launch – Digitally Intelligent, Reliably Robust," yang diselenggarakan Schneider Indonesia, Selasa, 27 Mei 2025.

Baca juga: PLN UID Jabar Dukung Upaya Kerja Sama Pemprov Jawa Barat dengan Provinsi Chungcheongnam Korsel

Digital Based Monitoring System

Dia menambahkan, jika mengacu pada dokumen transformasi digital World Bank, ada 4 langkah utama perusahaan listrik agar kapabel mengantisipasi perubahan dinamika. Salah satunya adalah optimasi grid.

"Dengan menguasai teknologi, perusahaan penyedia tenaga listrik bisa mendeteksi dini dan memberikan respon cepat jika terjadi gangguan pasokan listrik, agar bisa langsung tertangani. Load management system juga bisa dijalankan dengan baik," beber Yoko.

Namun diakui untuk mendukung kondisi ideal tersebut membutuhkan dukungan pendanaan yang tidak sedikit. 


"PLN harus punya funding kuat agar bisa mendanai setiap project. Kebutuhan pendanaan akan sangat besar di awal untuk mendukung pengembangan infrastruktur. Tantangan lainnya adalah dukungan sumber daya manusia," sebutnya.


Dia menambahkan, PLN sudah memiliki peta jalan untuk mengimplementasikan Smart Grid Distribution System secara bertahap dan hati-hati.

"Kami juga perlu perkuat infrastruktur terutama di wilayah pelosok yang suplai tenaga listrik masih terbatas," sebut Rendroyoko.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas