Angka Pengangguran Semakin Tinggi, Pekerja Sektor Informal Makin Mendominasi
Masyarakat usia produktif yang bekerja di sektor informal Indonesia saat ini mencapai 60 persen.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memaparkan angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi di tengah gejolak ekonomi di dunia. Mereka yang bekerja di sektor informal diprediksi akan terus meningkat.
"Pengangguran kita cukup tinggi dan benar bahwa kondisi ekonomi global sekarang sedang tidak baik-baik saja," ujar Yassierli di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (19/6/2025).
Menurutnya, pemerintah dan dunia usaha harus optimis untuk melewati tantangan-tantangan tersebut. Menurut Yassierli, mereka yang bekerja di sektor informal saat ini mencapai 60 persen.
Sementara 85 persen latar belakang pekerja di Indonesia, merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). "Angka ini di prediksi akan semakin meningkat," tutur Yassierli.
Nenurut Yassierli, lulusan universitas juga turut menyumbang bertambahnya pekerja di sektor informal. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak berkolaborasi mengatasi persoalan-persoalan ketenagakerjaan di dalam negeri.
"Produktivitas kita 10 persen di bawah rata-rata negara ASEAN. 20 tahun terakhir, pertumbuhan produktivitas kita hanya 20-30 persen. Sedangkan negara Cina, Vietnam itu bisa sampai 200 sekian persen," tutur Yassierli.
Yassierli juga menyoroti rendahnya kesiapan talenta Indonesia yang masih rendah. Kementerian Ketenagakerjaan, kata Yassierli, tengah menyiapkan untuk meningkatkan keahlian masyarakat Indonesia.
Baca juga: 10 Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Dunia, Palestina di Urutan ke-4, Ada Spanyol
"Tahun ini kita akan launching project based learning kami akan melatih sekitar 40 ribu orang dengan kompetensi smart operation, smart office, smart farming durasi sekitar satu bulan," ujar Yassierli.
Baca tanpa iklan