Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Perundingan IEU-CEPA Sudah Final, Menko Airlangga: Eropa Sukai Sawit Indonesia

Eropa memberikan prioritas ekspor utama Indonesia terkait dengan labor intensive atau padat karya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Perundingan IEU-CEPA Sudah Final, Menko Airlangga: Eropa Sukai Sawit Indonesia
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
PERUNDINGAN IEU-CEPA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (26/3/2025). Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah berakhir ditandai dengan penandatanganan dan pertukaran surat antara Pemerintah Indonesia dan Komisi Eropa. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah berakhir ditandai dengan penandatanganan dan pertukaran surat antara Pemerintah Indonesia dan Komisi Eropa.

Pertukaran dokumen ini menjadi simbol kesepakatan politik untuk mendorong percepatan finalisasi perundingan IEU-CEPA.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pada perundingan tersebut Eropa memiliki ketertarikan dengan ekspor produk sawit dari Indonesia. Pembahasan ini pun membutuhkan waktu yang panjang dibandingkan komoditas ekspor lain.

Hal ini dia sampaikan kepada media di Paris, Perancis sebelum pengumuman tarif antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS), Selasa (15/7/2025).

"Perundingan terakhir kita dengan IEU tuh yang paling panjang mengenai sawit. Mereka suka dengan sawit," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, Eropa memberikan prioritas ekspor utama Indonesia terkait dengan labor intensive atau padat karya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Oleh karena itu kita bilang mereka akan memberikan kita nol. Dan kita akan melakukan transformasi termasuk non-tarif barrier maksimum 5 tahun," tutur dia.

Karenanya, Airlangga menyebut bahwa IEU-CEPA ini sangat diperlukan indonesia untuk mendorong produk-produk ekspor andalan RI dengan prinsip pengenaan bea masuk yang rendah. 

Misalnya perjanjian CEPA Eropa dengan Vietnam, Airlangga bilang pengenaan bea masuknya 0 persen.

Baca juga: Prabowo Tembus IEU-CEPA, Indonesia Tak Lagi Bergantung pada AS

"Karena bea masuk kita ke Uni Eropa kan antara 10-20 persen. Kita punya biaya masuk juga ke Amerika 10-20 persen. Sedangkan biaya masuk Vietnam ke Eropa 0%. Nah jadi ini yang kita ingin selesaikan," ujar Airlangga. 

"Dengan demikian kita merelaksasi itu. Sehingga tentu two-way trade kita akan lebih tinggi lagi," sambungnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas