Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Trans Papua Tak Kunjung Rampung, Masalah Keamanan Jadi Hambatan

Kementerian PU menggandeng TNI untuk menjalankan sejumlah program strategis, salah satunya pembangunan jalan Trans Papua.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trans Papua Tak Kunjung Rampung, Masalah Keamanan Jadi Hambatan
Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews.com
TRANS PAPUA - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kristomei Sianturi dalam konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025). Ia mengungkap kesulitan dalam pembangunan Trans Papua. Dok: Endrapta Pramudhiaz 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjalankan sejumlah program strategis, salah satunya pembangunan jalan Trans Papua.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah berlangsung selama 10 tahun terakhir, yang secara berkala diperbarui setiap lima tahun.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kristomei Sianturi menjelaskan TNI akan membantu pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah.

Baca juga: Menteri Dody Sebut Pagu Indikatif Kementerian PU Tahun 2026 Fokus Dukung Swasembada Pangan

Dalam hal ini, peran TNI bersifat mendukung, sesuai dengan kebutuhan dan permintaan dari pemerintah.

"Jadi, kami sifatnya menunggu. Ada kerjaan ini, asetnya apa, asetnya apa tentara yang kami miliki, kami lakukan," kata Kristomei dalam konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025).

Khusus untuk proyek Trans Papua, Kristomei menyoroti bahwa hambatan utama terletak pada aspek keamanan.

Ia mengungkapkan, situasi keamanan saat pembangunan Trans Papua tidak stabil, bahkan telah memakan korban.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah yang punya kemampuan untuk membantu, mengamankan itu adalah TNI. Tentunya dibantu dengan Kementerian Lembaga dan stakeholder lainnya," ujar Kristomei.

Kristomei menegaskan bahwa TNI tidak bisa bekerja sendiri. Semua kementerian/lembaga harus turut serta dalam upaya percepatan pembangunan di Papua.

"Artinya enggak hanya tugas TNI semata di situ, semua (kementerian/lembaga) ikut berkontribusi di langkah-langkah percepatan pembangunan di Papua," ucap Kristomei.

Baca juga: Tangani Lumpur Lapindo, DPR Sarankan Menteri PU Keruk Kali: Bikin Gede Biar Langsung Ngalir ke Laut

Ia mengaku optimis pembangunan di Trans Papua bisa rampung pada tahun ini.

"Ya pasti optimis dong. Kalau yang namanya perencanaan itu, kalau tidak optimis ya enggak selesai. Ini harus optimis dulu, baru kita bagaimana supaya proyek itu bisa diselesaikan," katanya.

Kristomei mengingatkan agar pembangunan di Papua tidak disamakan dengan di Jawa.

Di Papua, kata dia, aksesnya susah. Untuk mentransportasikan barang dari tempat ke tempat lain juga susah. Infrastrukturnya pun belum banyak tersedia.

"Jadi kalau kita memikirkan, wah kok lama amat ya, sekali-sekali coba jalan-jalan ke Papua, lihat di situ. Jangan lama-lama, sebulan saja merasakannya. Oh rupanya inilahya susahnya Papua itu. Jangan kita berpikiran di Jakarta," kata Kristomei.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas