Barang Eropa Masuk Indonesia akan Bebas Tarif
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, I-EU CEPA sudah disepakati secara substansi.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Barang Eropa yang masuk ke Indonesia akan bebas tarif.
Hal itu setelah Indonesia dan Uni Eropa mencapai kesepakatan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/I-EU CEPA).
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, I-EU CEPA sudah disepakati secara substansi.
Baca juga: Ribuan Mobil Mangkrak di Pelabuhan Eropa, Efek Tarif Trump Mulai Terasa
Peluncurannya secara resmi akan dilakukan pada September nanti.
Rencananya, antara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen atau komisionernya yang akan datang ke Jakarta.
Susiwijono menjelaskan I-EU CEPA memungkinkan kedua pihak untuk bisa mengimpor produk dengan nol tarif.
"Kita nanti akan sama-sama dapet akses sekitar 97-98 persen post tarif atau seluruh barang itu akan menjadi 0 persen, baik yang Indonesia ke Eropa maupun Eropa ke Indonesia," katanya secara daring dalam acara diskusi bertajuk Navigating Regulation Shifts and Market Uncertainties in Indonesia and ASEAN di Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025).
Selain soal tarif, ia mengatakan I-EU CEPA mampu menyelesaikan permasalahan European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) atau Undang-undang Anti Deforestasi.
Menurut Susiwijono, begitu I-EU CEPA ditandatangani, EUDR bisa terselesaikan secara sendirinya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (EU CEPA) telah mencapai tahap akhir.
Penandatanganan resmi dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun ini dan akan berlangsung di Jakarta.
"Ya tentu, pertama nanti akan ada penandatanganan di kuartal III tahun ini dan di Jakarta. Tapi kita tunggu pengumuman dari Presiden. Jadi kita tidak, tidak spil-spil," kata Airlangga dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Minggu, (13/7/2025).
Menurutnya, seluruh isu krusial dalam perundingan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade ini kini telah terselesaikan.
Baca juga: Tarif Impor Amerika 19 Persen Belum Tentu Berlaku 1 Agustus 2025, Bisa Lebih Cepat atau Lambat
Menurutnya tidak terlalu banyak kendala dalam perundingan tersebut.
"Sekarang sudah tidak ada kendala lagi, jadi sudah selesai. Sebelumnya banyak hal, tapi tentu situasi global geopolitik itu semuanya merubah," katanya.