Setelah Peru, Indonesia Incar Perjanjian Dagang dengan Afrika
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah tidak hanya ingin mengandalkan pasar Eropa dan Amerika Selatan.
Tayang:
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Sanusi
Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews.com
INCAR PASAR AFRIKA - Menteri Perdagangan Budi Santoso ketika ditemui di Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025). Ia mengungkap pemerintah berencana menjajaki perjanjian dagang dengan Afrika.
Dok: Endrapta Pramudhiaz
Walaupun cukup kecil, perdagangan Indonesia dengan Peru menunjukkan pertumbuhan rata-rata 15,08 persen per tahun selama 2020-2024.
Ekspor Indonesia pada 2024 bernilai sebesar 331,2 juta dolar AS dan impornya senilai 149,6 juta dolar AS.
Pada periode 2020-2024, ekspor tumbuh rata-rata 15,4 persen per tahun.
Produk-produk ekspor unggulan Indonesia antara lain motor mobil dan motor kendaraan lainnya, alas kaki,
minyak sawit dan turunannya, dan lemari pendingin.
Pertumbuhan impor tumbuh rata-rata 13,5 persen per tahun.
Produk impor Indonesia adalah biji cokelat, briket batu bara, bahan bakar padat, pupuk, anggur, dan seng mentah.
Berita Populer
Baca tanpa iklan