Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menteri Keuangan Purbaya Harus Visioner Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak bisa dicapai hanya dengan kebijakan biasa-biasa saja. Diperlukan Menteri Keuangan yang visioner

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
Editor: Sanusi
zoom-in Menteri Keuangan Purbaya Harus Visioner Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Nitis/Tribunnews
MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya momentum sertijab sangat bermakna sekaligus menandai dimulainya babak baru pengabdiannya di Kementerian Keuangan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergantian susunan kabinet (reshuffle) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun.

Hal itu bisa terwujud jika menteri keuangan yang terpilih memiliki kombinasi kapasitas teknis, keberanian politik, dan integritas yang kuat.

“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak bisa dicapai hanya dengan kebijakan biasa-biasa saja. Diperlukan Menteri Keuangan yang visioner, berani, sekaligus memiliki rekam jejak integritas yang kuat,” ujar Ketua Keluarga Alumni Program Studi Ilmu Keuangan Institut Teknologi Bandung (PSIK-ITB) Lutfi Alkatiri, Selasa (9/9/2025).

Alumni PSIK-ITB menekankan bahwa Menteri Keuangan ke depan harus menguasai kebijakan fiskal dan makroekonomi secara mendalam, termasuk APBN, defisit, pembiayaan, dan pajak.

Selain itu, pengelolaan utang juga harus sehat dengan menjaga rasio utang di bawah 40 persen dari PDB, namun tetap memberi ruang bagi investasi produktif.

Dari sisi keberanian, menteri keuangan dituntut untuk melakukan reformasi perpajakan dengan memperluas basis pajak, menutup celah penghindaran pajak, serta mendorong digitalisasi sistem perpajakan.

Baca juga: Menkeu Purbaya Sebut Defisit APBN Tidak Otomatis Picu Inflasi

Belanja negara juga perlu diarahkan ke sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, riset, dan kesehatan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Menteri Keuangan harus berani mengubah pola lama yang kurang produktif. Anggaran jangan tersendat di tengah jalan, birokrasi harus direformasi agar realisasi belanja bisa lebih cepat,” tutup Lutfi.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian susunan kabinet (reshuffle) pada pada hari Senin (8/9/2025).

Para menteri tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi digantikan Ferry Juliantono, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding digantikan Mukhtarudin, dan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang dipimpin Menteri Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas