Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Target Bahlil, Satu Desa Punya Panel Surya Berkapasitas Sampai 1,5 MW

Bahlil Lahadalia menargetkan setiap desa di Indonesia memiliki panel surya (solar panel) berkapasitas 1 hingga 1,5 megawatt (mw).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Target Bahlil, Satu Desa Punya Panel Surya Berkapasitas Sampai 1,5 MW
Tribunnews/Endrapta
DESA PANEL SURYA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di acara The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Ia menargetkan setiap desa di Indonesia memiliki panel surya berkapasitas 1 hingga 1,5 megawatt (mw). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan setiap desa di Indonesia memiliki panel surya (solar panel) berkapasitas 1 hingga 1,5 megawatt (mw).

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, ia mengatakan Kementerian ESDM sedang mendesain pembangunan panel surya berkapasitas 80-100 gigawatt (gw).

Kapasitas tersebut akan terbagi ke setiap desa menjadi panel surya berkapasitas 1-1,5 megawatt.

"Supaya kita betul-betul ke depan tidak lagi memakai energi fosil seperti solar dan batubara," kata Bahlil dalam acara The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta International Convention Center, Rabu (17/9/2025).

Bahlil mengungkap proyek panel surya ini masih dalam tahap desain.

Pemerintah ingin memastikan skema pembangunan bisa dilakukan secara ekonomis mengingat modal atau capital expenditure (capex) yang cukup besar.

"Capex-nya memang mahal. Ini ada terjadi perdebatan. Di satu sisi kita ingin bersih, tapi di sisi lain kita membutuhkan modal yang tidak sedikit," ujar Bahlil.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, pemerintah saat ini masih mempertimbangkan selisih biaya yang timbul akan dibebankan sebagai subsidi yang ditanggung pemerintah atau ke konsumen.

"Sekarang kan kita cek dulu, apakah ekonomis atau tidak. Setelah itu kita akan dorong ya," ucap Bahlil.

Baca juga: Asosiasi Panel Surya AS Minta Impor dari Indonesia Dikenakan Tarif

Terkait pengelolaan panel surya di desa ini, Bahlil menyebut hal itu bisa dilakukan oleh PLN atau pihak lain sesuai kebijakan.

"Nanti dalam implementasinya itu akan dikelola apakah oleh PLN atau siapa. Kami di Kementerian ESDM desain dan mengimplementasikan itu," kata Bahlil.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas