Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Hapus Tantiem Komisaris BUMN, Danantara Hemat Rp 8,2 Triliun: Terlalu Mahal Membayarnya

Ada komisaris BUMN yang bisa memperoleh tantiem senilai Rp40 miliar, meski rapat hanya berlangsung sekali dalam sebulan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hapus Tantiem Komisaris BUMN, Danantara Hemat Rp 8,2 Triliun: Terlalu Mahal Membayarnya
Diaz/Tribunnews
HAPUS TANTIEM - Chief Investment Officer (COI) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir dalam acara "1 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran: Optimism On 8?onomic Growth" di Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Danantara Indonesia berhasil menghemat hingga Rp 8,2 triliun setelah menghapus tantiem komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Ringkasan Berita:
  • Uang hasil penghapusan tantiem komisaris akan digunakan untuk berinvestasi.
  • Ada komisaris BUMN memperoleh tantiem senilai Rp40 miliar meski rapat sebulan sekali.
  • Danantara sedang mencari perusahaan mana yang bisa didorong menjadi global champion.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Danantara Indonesia berhasil menghemat hingga Rp 8,2 triliun setelah menghapus tantiem komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tantiem adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang diberikan sebagai bonus atau pembayaran tambahan kepada para petinggi perusahaan, seperti direksi dan dewan komisaris.

Pemberiannya merupakan bentuk penghargaan atas kinerja dan kontribusi mereka dalam mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. 

Baca juga: Prabowo Hapus Tantiem BUMN: Perusahaan Rugi Kok Komisaris Dapat Bonus

Chief Investment Officer (COI) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan bahwa uang hasil itu akan digunakan untuk berinvestasi.

"Kita hemat kurang lebih Rp 8,2 triliun yang sekarang uangnya bisa digunakan nantinya saving itu untuk investasi. Itu dari tantiem komisaris," katanya dalam acara "1 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran: Optimism On 8 persen Economic Growth" di Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Pandu mengakui bahwa biaya untuk membayar komisaris BUMN di Indonesia terlalu tinggi, sehingga tantiem mereka dihilangkan.

Sementara itu, direksi tetap menerima tantiem karena Pandu menilai mereka memang harus bekerja.

"Komisaris-komisaris kita dibandingkan secara dunia, sorry to say, memang terlalu mahal," ujar Pandu.

Lebih lanjut, Pandu mengatakan dari 1.063 BUMN yang ada, Danantara sedang mencari perusahaan mana yang bisa didorong menjadi global champion.

Pandu menyebut Danantara sedang mendorong agar bisa semakin banyak BUMN masuk daftar Fortune 500.

Lalu, Danantara juga sedang melihat BUMN mana yang bisa ditingkatkan skalanya menjadi perusahaan nasional.

Jika memang tidak memungkinkan ditingkatkan skalanya, BUMN tersebut akan dimerger dengan BUMN lain.

"Kalau memang tidak punya kesempatan itu (merger), ya mohon maaf akan kami tutup. Ini just the way of it. Kami fokus meningkatkan produktivitas perusahaan-perusahaan ini. Jadi, ini memang goal utamanya," ucap Pandu.

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan pada Sidang Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal tantiem.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas