Tekstil Tak Lagi Sunset, Investor Baru Mulai Bergeliat
Wakil Menteri Perindustrian menyebut, pertumbuhan industri tekstil terjadi seiring meningkatnya investasi, termasuk dari pelaku usaha luar negeri
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri tekstil yang sempat dinilai sebagai sektor sunset kini mulai menunjukkan kebangkitan. Dalam setahun terakhir, sektor padat karya ini kembali mencatat pertumbuhan.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut, pertumbuhan industri tekstil terjadi seiring meningkatnya investasi, termasuk dari pelaku usaha luar negeri yang melakukan relokasi ke Indonesia.
Baca juga: Wamenperin Faisol Sebut Manufaktur Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
"Tetapi nyatanya ada banyak sekali yang sekarang terjadi. Investor terutama dari luar melakukan relokasi justru di sektor ini," kata Faisol dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).
Kebangkitan industri tekstil turut memperkuat kinerja ekspor manufaktur nasional hingga Agustus 2025, yang masih menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.
"Sedang menggeliat, karena ada investasi-investasi baru yang masuk dan mulai berniat. Ada yang sudah groundbreaking. Jadi itu tandanya ada sesuatu yang agak mengembirakan," ujar Faisol.
Kemenperin mencatat sektor-sektor padat karya seperti tekstil dan elektronik menjadi penopang utama pertumbuhan manufaktur dalam satu tahun terakhir.
Baca juga: Menkeu Tak Naikkan Tarif Cukai, Wamenperin: Ini Relaksasi terhadap Industri yang Sedang Tertekan
Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, ekspor produk manufaktur mencapai 147,95 miliar dolar AS atau 79,9 persen dari total ekspor nasional senilai 185,13 miliar dolar AS.
Selain menopang ekspor, sektor manufaktur juga menyerap sekitar 19 juta tenaga kerja dan mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 366,6 triliun dari total investasi nasional Rp 942,9 triliun pada semester I tahun ini.
Selain industri tekstil dan elektronik, sektor berbasis mineral dan produk ekonomi kreatif juga mulai memperlihatkan kinerja ekspor yang menjanjikan.
Dari total investasi manufaktur sebesar Rp 366,6 triliun, potensi tambahan penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 13-15 persen, atau setara dengan 16-21 juta pekerja jika seluruh proyek investasi berjalan optimal.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyampaikan, industri tekstil bukanlah masuk dalam sunset industry.
"Sektor padat karya, garmen, foot ware mereka bukan itu sunset industry. Justru ini penting dan (sektor) services," ucap Mari.
DEN menilai sektor ini memerlukan dukungan kebijakan yang terarah melalui penguatan supply chain dan pengembangan kawasan ekonomi khusus agar lebih efisien secara logistik.
Baca tanpa iklan