Riset Obat Herbal Asli Indonesia Jadi Perhatian WHO dan BPOM RI
Delegasi WHO bersama BPOM RI meninjau fasilitas riset Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) di Cikarang, Jawa Barat.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Choirul Arifin
"Hasilnya bisa dibuktikan secara ilmiah dan klinis,” jelas Prof. Raymond.
Meski telah digunakan oleh tenaga medis dan diekspor ke beberapa negara, pengembangan fitofarmaka di Indonesia masih menghadapi tantangan regulasi, seperti belum masuknya OMAI dalam Formularium Nasional JKN.
Adapun Fitofarmaka merujuk pada obat dari bahan alam yang telah lolos uji klinik Randomized Controlled Trial (RCT).
Padahal negara seperti India, China, dan Korea Selatan sudah mengintegrasikan pengobatan tradisional dalam sistem jaminan kesehatan nasional mereka.
Merujuk data BPOM RI, Indonesia memiliki potensi 30 ribu jenis tumbuhan yang baru 18 ribu di antaranya digunakan sebagai jamu dengan 71 jenis yang berkembang menjadi obat herbal terstandar dan 20 yang menjadi fitofarmaka.
Baca tanpa iklan